Pemilihan Sema Berujung Pengepungan, PMII Kecam Ketua STAIN Madina

0
426

MohgaNews|Madina – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Sumatera Utara mengecam sikap diam Ketua STAIN Mandailing Natal (Madina) terkait pengepungan sekretariat Cabang PMII Madina yang dilakukan orang tak dikenal pada Senin petang (18/11)

Pengepungan tersebut diduga berawal dari pemilihan senat mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa dikampus negeri tersebut.

Ketua PMII Sumut, Azlansyah Hasibuan kepada wartawan menyatakan, pengepungan tersebut membuat para kader PMII Madina mengalami trauma, dan pelaku penyerangan tidak mencerminkan sebagai mahasiswa.

“Pengepungan seperti itu bukan cara mahasiswa, itu gaya preman. Seharusnya urusan kampus diselesaikan di kampus saja. Bukan malah main kepung seperti itu.” Azlan

Senada juga disampaikan Bendahara PMII Sumut, Muhammad Amin Lubis tentang kejadian tersebut. Amin menyampaikan bahwa kampus harus jadi sarana berdemokrasi yang baik bagi mahasiswa, Civitas akademika tertinggi harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.

“Pihak kampus harus bertanggung jawab dalam masalah ini, Sebagai pimpinan tertinggi, Ketua STAIN tak boleh apatis. Maen kepung itu cara barbar. Rektor harusnya tanggap terhadap dinamika mahasiswa,” ujar Amin yang juga mantan Ketua PMII Kabupaten Madina itu.

Dapat diketahui, pelaksanaan pemilihan senat mahasiswa atau BEM STAIN Madina yang berlangsung di kampus pada hari Senin kemarin berujung ricuh. Lalu, sepulangnya mahasiswa dari kampus termasuk kelompok mahasiswa dari PMII yang pulang ke sekretariat mereka di jalan Willem Iskandar Kelurahan Dalan Lidang, tak lama kemudian, datang puluhan orang melakukan penyerangan ke sekretariat tersebut. Sempat adu mulut dan terjadi gesekan, tapi Mahasiswa PMII tidak melakukan perlawanan. Beruntung aparat dari Polres Madina tiba ke lokasi dan membubarkan kelompok yang datang kesitu. (MN-05)