MADINA – Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak 26 November hingga 1 Desember 2025 menyebabkan 7.194 jiwa dari 2.398 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi aman.
BPBD Madina menegaskan penanganan darurat masih terus dilakukan karena sebagian wilayah masih terisolasi dan proses pendataan belum sepenuhnya rampung.
Berdasarkan laporan BPBD, bencana berdampak pada 49 desa di 19 kecamatan. Sejumlah titik juga dilaporkan mengalami longsor murni. Wilayah dengan dampak paling luas meliputi Kecamatan Muara Batang Gadis, Batahan, dan Siabu, sementara korban jiwa dilaporkan nihil.
Kerusakan tercatat meliputi 4.506,38 hektare lahan pertanian, 564 unit rumah rusak ringan, serta puluhan fasilitas umum. Infrastruktur pendidikan yang terdampak antara lain 22 PAUD, 14 SD, 5 SMP, dan 4 SMA. Sementara itu, 22 titik jalan, 7 jembatan, 18 irigasi, dan 11 rumah ibadah juga mengalami kerusakan kategori ringan. Untuk kerusakan kategori sedang dan berat, BPBD menyebutkan pendataan masih berlangsung di lapangan.
Di sejumlah kecamatan seperti Lubuk Kapundung I dan II, Hutarimbaru, dan Ranto Panjang, genangan air mencapai permukiman, rumah ibadah dan fasilitas umum sehingga ribuan warga memilih mengungsi, baik itu mengungsi ke rumah family yang aman maupun ketempat yg terkonsentrasi, seperti di sekolah dan rumah ibadah.
Akses jalan yang rusak di beberapa lokasi masih menghambat distribusi bantuan, disamping kendala sulitnya hubungan telekomunikasi akibat putusnya aliran listrik khususnya di wilayah pantai barat Madina.
Komandan Posko Tanggap Darurat Madina, Sahnan Pasaribu, mengatakan bahwa seluruh data yang dirilis saat ini masih bersifat sementara karena identifikasi kerusakan belum selesai.
“Data terdampak ini masih sementara. Tim gabungan masih melakukan identifikasi kerusakan termasuk rumah, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, dan infrastruktur jalan. Untuk nilai kerugian belum bisa dihitung karena pendataan rinci masih berlangsung,” ujar Sahnan.
Ia menyampaikan bahwa pada hari ini pemerintah daerah kembali menyalurkan bantuan logistik.
“Kami mengerahkan bantuan sebanyak 5 ton ke wilayah Kecamatan Sinunukan dan Batahan. Untuk sembako, seluruh wilayah terdampak banjir, banjir bandang, longsor, dan angin puting beliung sudah kita salurkan untuk penanganan darurat,” katanya.
Menurutnya, beberapa kawasan dengan tingkat kerusakan lebih berat menjadi prioritas.
“Daerah paling parah seperti Sinunukan III di Kecamatan Batahan dan Batu Mundom di Muara Batang Gadis sudah menerima bantuan. Pemkab Madina terus melakukan pemetaan dan memenuhi kebutuhan pangan serta layanan kesehatan bagi warga terdampak,” ujarnya.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
Sahnan menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat masih berlangsung intensif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan perwakilan ke Madina.
“Koordinasi dengan BNPB tetap berlanjut. Utusan BNPB Pusat, Brigjen TNI (Purn) Herman bersama timnya masih berada di Madina untuk mendampingi percepatan penanganan darurat,” tegasnya.
Pemkab Imbau Warga Tetap Waspada
Pemerintah Kabupaten Madina mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. BPBD Madina mengatakan tim gabungan terus bergerak untuk evakuasi, pembukaan akses jalan, dan pendistribusian logistik.
“Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran,” tutup Sahnan. (FAN)








