Panyabungan| Pihak kepolisian menyebut akan melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya lima orang pada peristiwa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dalam penyelidikan ini nantinya akan melibatkan tim laboratorium forensik (Labfor) dari Polda Sumatera Utara.
Lima orang tersebut meninggal dunia setelah menghirup gas beracun yang diduga bersumber dari proyek panas bumi Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) pada Senin (25/1/2021). Selain lima orang meninggal dunia, ada puluhan orang yang dirawat di RSU Panyabungan
“kita dari kepolisian akan melakukan penyelidikan dengan melibatkan labolatorium forensik, penyidik dari Polda Sumatera Utara untuk membuktikan apakah ada unsur pidananya. Kita juga mengundang ahli kimia dari Biologi Radioaktif dari Brimob untuk memastikan kondisi disana,” kata Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi kepada wartawan usai press realise penangkapan ganja 570 kilogram di Mapolres Madina, Selasa (26/1).
Kapolres juga menyebut situasi di lokasi sudah kondusif dan masyarakat sudah kembali tenang.
235 personel gabungan yang terdiri dari Polres Madina, Brimob Tapanuli Selatan (Tapsel) Polres Tapsel dan Sidimpuan juga diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
”Semalam, kita sudah melakukan edukasi kepada masyarakat dan melakukan pengamanan serta melakukan koordinasi bersama pihak perusahaan agar semua aktivitas diberhentikan agar hal yang terjadi pada sebelumnya tidak terulang kembali. Tentunya kami mengajak semua lapisan masyarakat agar bersabar menunggu hasil penyelidikan dan sama-sama menahan diri,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, lima orang warga Desa Sibanggor Julu meninggal dunia setelah menghirup gas beracun yang diduga berasal dari proyek panas bumi SMGP. selain lima orang tersebut ada dua puluhan orang saat ini dirawat di RSU Panyabungan. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kronologi maupun penyebab kejadian karena Polisi masih sedang melakukan penyelidikan. (MN-08)











