Terkait PPPK Madina, Gabungan Mahasiswa Nyatakan Sikap

MADINA – gabungan organisasi mahasiswa Cipayung Plus mengadakan temu pers menyikapi polemik seleksi PPPK Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (8/1/2023) di sekretariat HMI MPO

Beberapa organisasi mahasiswa yang hadir yaitu PMII, GMNI SEMMI dan HMI MPO. Awalnya gabungan organisasi ini juga mengundang perwakilan guru-guru yang ikut seleksi PPPK. Namun setelah ditunggu beberapa jam tidak ada perwakilan guru yang hadir.

Kegiatan ini bertujuan mencari solusi yang tepat antara guru-guru peserta seleksi PPPK di tengah kerasnya dinamika yang dihadapi guru-guru saat ini.

“Pada pertemuan kami juga mengundang guru-guru yang lulus maupun tidak lulus seleksi PPPK. Tapi setelah kami tunggu sekitar empat jam, tiada seorangpun yang datang, konferensi pers tetap kami lanjutkan, Cipayung Plus tetap konsisten mencari solusi bagi guru-guru kami yang tidak lulus,” kata Ahmad Rizal, selaku ketua PMII Kabupaten Madina mewakili gabungan organisasi mahasiswa kepada mohganews lewat siaran persnya, Selasa (9/1/2023)

Ia mengatakan, melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Cipayung Plus membuat pernyataan sikap berisi enam poin, yakni:

  1. Meminta kepada Bupati Mandailing Natal dan DPRD Mandailing Natal untuk mengeluarkan Surat Rekomendasi Pengangkatan Pegawai Non ASN tanpa seleksi
  2. Meminta kepada Bupati Mandailing Natal untuk memverifikasi mal administrasi peserta PPPK yang sudah lulus.
  3. Meminta kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati supaya memprioritaskan guru-guru peserta PPPK yang tidak lulus untuk diangkat menjadi ASN di 2024 supaya tidak ada lagi istilah angin sorga.
  4. Cipayung Plus Mandailing Natal siap mengkawal surat rekomendasi Bupati dan DPRD Mandailing Natal sampai ke pusat untuk kepastian terhadap guru-guru yang tidak lulus PPPK.
  5. Cipayung Plus Mandailing Natal akan turun ke jalan untuk memperjelas tuntutan kami ini hari senin tanggal 15 Januari 2024.
  6. Cipayung Plus megundang guru-guru kami yang sudah dinyatakan lulus supaya sama-sama kita perjuangkan guru-guru kita yang tidak lulus.

(SAN/Rel)