MADINA, Mohga – Sungai Batang Gadis aliran sungai yang terbentang indah di pinggiran Bariba Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) namun tidak dikelola dan dimanfaatkan.
Madina dianugrahi Allah tanah yang subur, Alam yang indah dengan bentangan Bukit Indah yang berjejer rapi di lereng bukit yang indah mengalir banyak sungai jernih yang bermuara ke sungai yang lebih Besar.
Sungai Batang Gadis contohnya, sungai besar ini mengalir membelah kawasan di Mandailing Natal. Aliran sungai Batang Gadis ini juga memisahkan antara 7 desa di Kecamatan Tambangan yang sering disebut Bariba Tambangan dengan 13 desa lainnya.
Sugai indah yang mengalir di Tambangan ini sangat minim pemanfaatan, hanya di manfaatkan untuk Lubuk Larangan saja, padahal untuk menyejahterakan warga sekitar Sungai Batang Gadis ini bisa dimanfaatkan untuk olahraga Arung Jeram.
Ahmad Sudirman Lubis, sekretaris Komunitas Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) menjelaskan aliran sungai batang gadis ini merupakan Potensi Wisata Arung Jeram yang sangat menantang, dan masuk kategoru ekstrem
“kita sudah telusuri aliran sungai Batang Gadis, start di jembatan penghubung Laru-Tambangan dan finish di Desa Simangambat TB, menurut penilaian kita sungai ini sangat indah, deras dan menantang sangat cocok untuk dijadikan Wisata Arung Jeram,” ujarnya.
Sudirman juga mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menjadikan Sungai Batang Gadis Tambangan menjadi objek wisata Arung Jeram.
“KPALH Tambangan merekomendasikan ini sekaligus berharap agar Pemda Madina menjadikan Sungai Batang Gadis Tambangan menjadi objek wisata Arung Jeram di Madina, sehingga dapat menarik wisatawan yang akhirnya menumbuhkan ekonomi masyarakat Madina,” ungkapnya. (MN-11)










