MADINA, Mohga – Kampus kebanggaan warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) terus berbenah. Jumlah mahasiswa/i tahun ke tahun terus meningkat.
Seperti pada ajaran baru tahun 2023/2024, jumlah pendaftar dari tiga kategori yakni jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (Span), UM-PTKIM dan Mandiri melebihi angka 1.000 pendaftar.
Hal tersebut dapat dinilai STAIN Madina sudah dilirik oleh masyarakat dalam hal ini para orang tua dan generasi millenial. Pendaftar bukan hanya dari Madina saja, akan tetapi dari luar daerah juga berminat.
Ketua STAIN Madina, Dr Sumper Mulia Harahap mengaku bangga atas respon atau minat mahasiswa baru memilih kuliah di Madina.
Dijelaskan, saat ini tahapan pendaftaran di STAIN sudah ditutup dan saat ini sudah memasuki pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kita bangga minat kuliah di STAIN terus meningkat, tapi ini tidak membuat kita puas sampai di situ. Kita masih membutuhkan pendekatan dan sistematis ke masyarakat untuk bisa membuktikan eksistensi keberadaan STAIN,” kata Sumper di ruang kerjanya, Senin (4/8/2023).
Sumper menyebut, kepercapaan masyarakat ke STAIN berkat kerja sama dan upaya seluruh stakeholder yang ada dalam mendukung kemajuan STAIN Madina.
“Baik dari pemerintah daerah, lembaga yang menjadi mitra termasuk sekolah SLTA sederajat dan seluruh pesantren yang ada di Madina,” ungkapnya.
“Kita juga berharap tahun ajaran baru ke depan, STAIN Madina selalu dipercaya mendidik para generasi muda yang berprestasi. Mari kuliah di STAIN Madina saja,” ujar Sumper.
Di sisi lain, Sumper menjelaskan perkembangan rancangan alih status atau kenaikan tingkat dari STAIN ke IAIN.
“Kita sudah membentuk tim dan melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga untuk bisa menguatkan. Dan, beberapa kelayakan untuk bisa bertransformasi dari STAIN ke Institut atau IAIN. Termasuk kondisi sumber daya manusia kita, kondisi lahan kampus yang insya Allah akan diperhatikan pemerintah daerah serta kecukupan program studinya,” tambahnya.
Sementara, Wakil Ketua I STAIN Madina Dedi Saputra merinci jumlah mahasiswa baru yang sudah dinyatakan lulus lewat tiga jalur di atas.
Jalur Span 438 orang, UM-PTKIN 180 orang dan jalur Mandiri 408 orang. Total keseluruhan 1.026 mahasiswa baru tahun akademik 2023-2024
“Yang lulus ada 1.026 orang, akan tetapi yang sudah daftar ulang hanya 846 orang. Pertama, mengundurkan diri diakibatkan tempat tinggal yang cukup jauh, ada yang dari Jakarta dan Sulawesi. Secara teritorial gak mungkin mereka kuliah di sini,” terangnya dan menyebut beberapa alasan lain seperti memilih kuliah di tempat lain.
Dia juga menjelaskan, mahasiswa baru ini sudah memasuki kuliah. Tahapan pembayaran UKT pun sudah berjalan sejak pengumuman kelulusan beberapa hari kemarin. Tentang UKT, berdasarkan keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI, STAIN Madina merupakan UKT termurah se Indonesia kategori kampus status negeri.
“UKT ada empat tingkatan. Paling rendah Rp 400 ribu dan paling tinggi Rp 1,5 juta per semester. UKT ditetapkan sesuai kondisi keadaan ekonomi si pendaftar. Kalau orang tuanya kategori ASN, TNI, Polri, sudah tentu UKT tertinggi,” tuturnya.
Di luar tanggungan UKT oleh mahasiswa sendiri, saat ini, kata Dedi, ada program bidik misi atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat. Kuota STAIN Madina tahun ke tahun terus meningkat yakni 225 orang mahasiswa.Bidik misi tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu tapi berprestasi.
“Hari ini kita sedang seleksi sampai tanggal 8 September untuk penerimaan KIP ini. Apabila mahasiswa lulus, nanti akan menerima Rp 6,6 juta per semester ke rekening mahasiswa langsung.
“Kalau dia penerima KIP, UKT nya tentu sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp 2,4 juta per semester, dan sisanya untuk biaya hidup dan keperluan kuliah lainnya,” tutup Dedi. (MN-08)






