STAIN Ber-transformasi: Jadilah Manusia Paripurna, Insanul Kamil

DI SINI, di kampus ini, mengawali hari-hari sebagai mahasiswa 20 tahun lalu.

Dahulu tempat kuliah kami masih menumpang di gedung SD Inpres Sipolupolu. Tahun ketiga kami pindah ke kampus yang sekarang, dulu kami sebut jalan Toguda.

Jalan ke kampus ini lebarnya masih kecil. Sama sekali belum tercium aspal. Masih berupa kerikil. Becak pun masih mikir mengantar kami ke kampus. Paling sakitnya kalau mau pulang, becak tidak ada, kami jalan kaki dari kampus ke simpang Toguda, paling cepat satu jam waktu tempuh. Begitulah setiap hari.

Tahun kedua di kampus baru ini pak Bupati Amru Daulay dan Wakil Bupati pak Masruddin Dalimunte menyediakan bus pemda dua trip sehari, pagi dan sore. Itu pun tidak semua mahasiswa yang bisa diangkut. Sebagian tetap jalan kaki karena tidak muat di dalam bus. Pak Masruddin kala itu selain wakil bupati juga menjabat Ketua STAIM.

Mulai kami masuk ke kampus ini kabar penegeriannya sudah ada. Tapi sampai selesai kuliah belum berhasil jadi negeri. Beruntunglah ada tokoh masyarakat dari Madina pak Saud Usman Nasution dan beberapa tokoh lainnya berkenan membantu proses penegeriannya. Bisa dibilang tugas pertama setelah paripurna dari Polri pak Saud dan koleganya sesama putra asal Madina: mewujudkan impian mahasiswa dan impian masyarakat Madina punya perguruan tinggi negeri. Tahun 2018 terwujud, BLU-STAIM berubah jadi STAIN Madina. Gedungnya mewah, fasilitasnya lengkap, akses jalan sangat bagus, dosen tenaga pendidiknya kompeten dan kompetitif dari berbagai universitas di penjuru negeri. Program studinya pun semakin banyak. Dahulu hanya ada dua: Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Muamalat, atau Tarbiyah dan Syariah

Sejak itu pula STAIN ber-transformasi, berupaya, dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kampus ini mampu berkompetisi dengan kampus sedejarat lainnya. Di bawah kepemimpinan Dr Torkis Lubis hingga Prof Dr H Sumper Mulia Harahap MAg. STAIN menunjukkan eksistensinya dan komitmennya menjalankan amanah UUD 1945 “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Dengan upaya kerja keras yang dilakukan struktur pimpinan dan jajaran civitas akademik, dan semua pihak termasuk pemerintah daerah Kabupaten Madina, STAIN Madina sedang berjuang meningkatkan status dari sekolah tinggi menjadi institute atau IAIN. Tentu saja apabila ini terwujud akan menambah kepercayaan bahwa masyarakat Madina punya kampus yang setara dengan kampus ternama di Indonesia. Masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah. Cukup di kampungnya saja. Tinggal memilih program studi yang sesuai bidang dan keinginannya.

Hari ini, STAIN menamatkan 313 orang mahasiswanya. Empat tahun digembleng, dididik, dibimbing, dan dibina, baik secara internal kampus maupun eksternal. Tibalah saatnya memberikan pengabdian sesungguhnya kepada masyarakat, bangsa dan agama.

Para wisudawan sudah terbilang manusia paripurna, insanul kamil. Anda semua akan menjadi contoh di lingkungan keluarga dan masyarakat tempat tinggal. Mengabdilah untuk negeri ini, mengabdilah untuk rakyat Indonesia, jadilah kebanggaan bagi semua. Masyarakat membutuhkan ilmu yang anda miliki. Tapi ilmu saja tidak cukup, karena paling utama adalah adab. “Al-adabu Fauqal Ilmi” Adab itu derajatnya lebih tinggi dari ilmu. Karena itu jadilah manusia panutan, ikutan, dan teladan yang baik, sehingga gelar manusia paripurna dan insanul kamil itu dapat anda raih. Rewardnya langsung dari Maha Pencipta.

Penulis: Muhammad Ridwan Lubis
Alumni BLU-STAIM dan mahasiswa Pascasarjana Prodi KPI UIN Syahada Padangsidimpuan