Panyabungan| baru-baru ini masyarakat Kelurahan Kotasiantar Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyampaikan keberatan atas julukan ‘kampung narkoba’ di kelurahan itu.
Kampung narkoba ini muncul di salah satu media massa yang disebabkan seringnya terjadi penangkapan peredaran narkoba di wilayah itu.
Merasa prihatin dengan julukan negatif tersebut, tokoh masyarakat Kelurahan Kotasiantar Panyabungan yang juga anggota DPRD Kabupaten Madina dari Fraksi Partai Golkar, Sobir Lubis SH bergegas membuat terobosan menyikapi peredaran narkoba di kampung tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.
Sobir Lubis mendirikan ‘Kampoeng Tenun’ bertempat di Banjar Tinggi Kelurahan Kotasiantar. Sobir Lubis SH merupakan owner perusahaan konveksi ternama di Kabupaten Madina, yaitu Kampoeng Kaos Mandailing (KKM) yang mempunyai jargon ‘buatan kampung tapi bukan kampungan’.

Kampung Tenun ini nantinya akan merekrut kalangan muda untuk dilatih dan dididik membuat produk bernuansa seni dan busana berbagai jenis khususnya pakaian adat Mandailing. Sehingga dengan pembekalan pengetahuan dari Kampung Tenun, pemuda setempat bisa jadi tenaga kerja yang kompeten dan mampu membuka lapangan kerja baru
“Kotasiantar adalah kampung yang sudah sangat tua dan terkenal sejak dahulu kala yaitu kampung yang disegani orang. Kenapa disegani, sejak dulu hingga sekarang Kotasiantar adalah kampungnya para ulama, kampungnya para Harajaon,
“Sejak ada julukan Kampung Narkoba yang kami tahu dari tayangan sebuah media, saya sebagai putra daerah merasa tersinggung. Saya pahami bahwa belakangan ini peredaran narkoba di Kotasiantar khususnya di Banjar Silangit terlalu bebas. Akan tetapi saya memandang itu semua karena tidak ada kegiatan para pemuda sehingga terjerumus,” kata sobir kepada MohgaNews diruang kerjanya Selasa,(10/21/2020).
Pemilik KKM itu mengajak para pemuda khususnya Naposo Nauli Bulung untuk melakukan hal-hal positif, ia membuka peluang usaha bagi para pemuda setempat.
“Untuk adek-adek saya pengurus dan anggota PNNB, mari bergandeng tangan untuk menciptakan hal yang positif di kampung kita, saya membuka peluang kerja yaitu menjahit, menenun dan menciptakan berbagai bentuk kesenian yakni, membuat gordang sambilan, pengolah batang kelapa menjadi pernak pernik alat rumah tangga. Saya tempatkan di Banjar tinggi, bagi siapa yang berminat mari bergabung, nanti akan dilatih sampai benar-benar menguasai,” ungkapnya. (MN-08)












