PUNCAK SORIK MARAPI, – manajemen perusahaan Panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melakukan perundingan dengan kepala desa di wilayah kerja Panasbumi, Minggu malam (6/6/2021)
Perundingan ini terkait aksi mogok kerja yang disebabkan ada sejumlah warga setempat tidak lolos pada perekrutan di perusahaan itu
“Proses perundingan berjalan lancar dan mencapai kesepakatan sehingga para pekerja kembali bekerja dengan normal seperti biasanya mulai hari ini,” kata Humas PT SMGP, Syahrini Nuryanti kepada MohgaNews, Senin (7/6/2021)
Syahrini menjelaskan dalam perundingan tersebut ada beberapa poin pembicaraan antara lain mengenai sejumlah warga yang tidak lulus proses rekrutmen petugas keamanan di bawah kontaktor PT SMGP yaitu PT KAP.
“Setelah menerima penjelasan terkait proses dan rencana perekrutan petugas keamanan yang mendatang, para kepala desa menerima solusi yang diberikan oleh PT SMGP. Solusi tersebut adalah perusahaan akan memprioritaskan para warga tersebut para proses perekrutan selanjutnya, dan seandainya mereka tidak lolos proses tersebut, maka kandidat selanjutnya akan diambil dari desa-desa di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PT SMGP. Setelah menerima penjelasan terkait proses perekrutan petugas keamanan, para kepala desa menerima solusi yang diberikan oleh PT SMGP,
“Kami juga meminta kepada semua pihak untuk menghargai dan mengikuti proses perekrutan baik yang dilakukan oleh PT SMGP maupun para kontraktornya,” jelas dia.
Dikabarkan sebelumnya, pekerja di perusahaan Panasbumi melakukan aksi mogok kerja dikarenakan sejumlah warga setempat tidak lulus rekrutmen petugas keamanan. Setelah itu, PT SMGP langsung melakukan perundingan dengan para kepala desa yang berada di wilayah kerja PT SMGP. (MN-04)






