Sidang Prapid Tersangka Dana Desa eks Camat Natal, Kades: Kami Diintervensi

0
826
sidang pra peradilan penetapan tersangka terhadap mantan Camat Natal di Pengadilan Negeri Mandailing Natal

PANYABUNGAN, – Pengadilan Negeri Mandailing Natal (Madina) menggelar sidang lanjutan Pra peradilan (Prapid) atas penetapan tersangka kepada eks Camat Natal berinisial R terkait penggunaan dana desa tahun 2019 dan 2020, Jumat (10/9/2021)

R, ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Cabang Natal pada tanggal 2 Agustus yang lalu atas dugaan dugaan korupsi dana desa dengan beberapa item kegiatan termasuk sejumlah pengadaan di Kecamatan Natal

Dalam sidang tersebut, sejumlah saksi pun dihadirkan, diantaranya 28 Kepala Desa se kecamatan Natal dan sejumlah pegawai kecamatan turut hadir

TM, salah satu kepala desa yang dimintai kesaksiannya mengaku, mereka kepala desa mendapat interpensi dari R (eks Camat) apabila kegiatan yang dimintanya tidak dimasukkan ke dalam APBDes maka R tidak mau menandatangani APBDes mereka. Pengakuan TM ini juga dibenarkan oleh kepala desa lainnya berinisial NM

Saksi lain mengaku bahwa mereka diperintahkan mengumpulkan sejumlah uang dari Kepala Desa untuk kegiatan tersebut dan menyerahkan uang tersebut kepada R, oknum mantan Camat Natal.

Terpisah, tokoh pemuda di Kabupaten Madina, Panri Pausi Nasution yang mengetahui jalannya sidang tersebut. Ia mengatakan dari keterangan para saksi dalam persidangan itu, patut diduga mantan camat sebagai tersangka yang menyebabkan kerugian negara ratusan juta itu

“kesaksian para kepala desa di persidangan itu sudah jelas dan mengarah kepada mantan Camat, ada intervensi dan ada pengumpulan dana yang berujung masalah , tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Kita harap majelis hakim mengambil keputusan yang adil dalam masalah itu,” kata Panri yang pernah menjabat Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kabupaten Madina itu. (MN-01)