PANYABUNGAN,- Satpol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah tempat hiburan malam dan hotel di wilayah Kecamatan Panyabungan dan sekitarnya, Minggu (17/4/2022) dini hari.
Dalam razia kali ini melibatkan belasan personel Satpol PP Madina menggunakan 2 unit mobil patroli yang dipimpin Kepala Bidang Trantibum, Ismail Saleh Dalimunte dan Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Sudrajat Putra.
Tujuan pengamanan pertama, petugas mengarah dari jalan lintas timur menuju beberapa tempat karaoke. Tiba di lokasi tidak ditemukan seorang pun pengunjung cafe, namun minuman jus dan Aqua di luar cafe. Diduga informasi razia sudah bocor.
Berlanjut ke lopo pakter tuak di Kecamatan Panyabungan Utara, juga tidak ditemukan wanita penghibur dan anak di bawah umur. Kemudian ke Kecamatan Bukit Malintang, ada tempat karaoke terbuka dan diamankan 4 orang waria sedang bernyanyi mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beribadah di bulan ramadan.
Ismail Dalimunte mengatakan, dalam razia pekat pada bulan ramadan ini merupakan atensi langsung dari Bupati HM Ja’far Sukhairi Nasution sekaligus melakukan imbauan kepada pemilik usaha hotel dan karaoke untuk sama-sama menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
”kita patroli sekaligus melakukan imbauan persuasif kepada penjaga dan pemilik usaha karaoke untuk mengindahkan peraturan yang dikeluarkan oleh pak Bupati. Tadi malam sudah kita ingatkan, apabila tak juga diindahkan akan dilakukan tindakan tegas menutup izinnya,” katanya.
Disela-sela razia, Sudrajat juga sempat menyinggung penjaga hotel terkait kebijakan yang sempat terucap dari Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi tentang penyegelan apabila melanggar aturan.
”kalian Islam kan?, Tolonglah saling menjaga kesucian bulan ramadan ini. Buk wakil kan sudah pernah bilang, apabila tetap juga melanggar maka dilakukan penyegelan,” tuturnya.
Keempat waria tersebut diboyong ke kantor Satpol PP, Jalan Lintas Medan-Padang Kelurahan Dalan Lidang untuk diproses lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, beberapa Organisasi Kemahasiswaan di Madina sempat mendesak Bupati untuk memerintahkan Satpol PP melakukan razia pekat, sebab mereka mendengar informasi dari masyarakat masih banyak pasangan muda-mudi yang belum muhrim keluar masuk hotel. (MN-08)






