MUARA BATANG GADIS, – bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Pantai Barat Mandailing Natal (Madina) pekan lalu menyebabkan rumah dan fasilitas umum seperti sekolah hancur. Termasuk di beberapa desa di wilayah Sulangaling Kecamatan Muara Batang Gadis
Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis SH yang mengunjungi langsung korban banjir di wilayah ini pada Senin (27/12/2021) mengaku prihatin atas musibah yang dialami warga Sulangaling. Terlebih akses menuju wilayah itu cukup jauh dari pusat Kabupaten Madina. Perjalanan darat dari Panyabungan sekitar 5 jam, ditambah perjalanan jalur sungai menggunakan perahu Robin sekitar 4 hingga 5 jam
Di hadapan warga, Erwin Lubis berjanji akan memperjuangkan perbaikan kerusakan akibat banjir, terkhusus perbaikan sekolah dan rumah warga yang porak poranda

“Tujuan saya ke sini untuk melihat langsung dampak banjir sekaligus memberikan bantuan untuk bapak ibu sekalian. Mohon doa semua keluarga di sini agar pengusulan pembangunan bersama pemerintah daerah nanti tidak ada kendala dan perbaikan kerusakan segera terealisasi,
“Tidak ada alasan bagi pemerintah membiarkan rakyatnya kesusahan, apalagi menyangkut dengan tempat tinggal dan pendidikan. Tahun 2021 ini dana Biaya Tak Terduga (BTT) Pemkab Madina masih ada, nantinya kita dorong untuk pembangunan rumah dan sekolah,” ujarnya.
Terakhir, Erwin berharap kepada Pemkab Madina yang membidangi termasuk BPBD, Dinas Perkim, Dinas Kesehatan dan lainnya agar turun ke lokasi supaya melihat langsung apa permasalahan di lapangan.
“Baiknya yang membidangi langsung turun ke lokasi agar bisa mengambil tindakan. Kepada masyarakat, pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati menitip salam kepada kita semua, beliau masih ada kesibukan lain dan besar kemungkinan nanti akan berkunjung juga ke sini,” tutupnya.
Ada 4 desa yang berada di wilayah Sulangaling, yaitu Ranto Panjang, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II dan Hutaimbaru
Mengingat jarak antara desa yang satu ke desa lainnya. Ketua DPC Partai Gerindra Madina itu hanya singgah di Desa Lubuk Kapundung I dan langsung berkeliling di pemukiman masyarakat sambil meninjau rumah warga dan sekolah yang rusak.
Berdasarkan laporan Ketua Badan Pemerintahan Desa (BPD) Lubuk Kapundung I, Pagian Batubara, ia sudah melaporkan kerusakan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Parlin Lubis saat berkunjung beberapa hari lalu.
“Ada 56 rumah warga mengalami kerusakan dengan rincian 33 rumah rusak ringan, 23 rusak berat,” ungkapnya.
“Saat ini warga 23 rumah tangga sementara mengungsi di bukit gerabak,” sebutnya. (MN-08)











