Ridwan Rangkuti: Peduli Masyarakat ke Warga Singkuang Jangan Dipolitisir

MADINA, Mohga – ketua dewan penasehat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Padang Sidempuan Ridwan Rangkuti SH MH menilai sumbangsih masyarakat kepada warga Desa Singkuang yang sedang berjuang melalui aksi blokade PT Rendi Permata Raya guna mendapatkan haknya, adalah hal yang wajar dan patut diapresiasi.

Bahkan Ridwan Rangkuti turut menanggapi statemen Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution yang menyebut aksi massa Singkuang itu ditunggangi sekelompok orang.

“Seharusnya Bupati Madina tidak mempolitisasi bantuan masyarakat kepada warga Singkuang 1 tersebut, justru sebaliknya Bupati Madina seharusnya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Madina yang peduli atas perjuangan masyarakat Singkuang 1 dan telah memberikan bantuan logistik dan semangat kepada masyarakat Singkuang 1. Itu seharusnya pernyataan Bupati Madina sehingga di mata masyarakat Singkuang 1 umumnya masyarakat Madina menilai bupati bersikap bijak, berdiri di ataa kepentingan masyarakat pencari keadilan,” kata Ridwan Rangkuti melalui keterangan pers yang diterima mohganews, Kamis (30/3/2023) malam.

Di sisi lain Ridwan Rangkuti juga menyebut Bupati Madina yang juga Ketua PKB Sumatera Utara ikut serta membantu menyalurkan logistik kepada masyarakat Singkuang yang sudah memasuki minggu kedua bertahan menduduki PT Rendi Permata Raya.

“Beliau sepantasnya ikut membantu baik sebagai Bupati Madina maupun sebagai pimpinan partai politik,” tambahnya

Ridwan menjelaskan, ungkapan Bupati Madina soal aksi masyarakat yang ditunggangi sekelompok orang dikarenakan mengalirnya bantuan logistik kepada masyatakat Singkuang dinilai tidak masuk akal. Dan ungkapan ini menurut Ridwan cukup menyakitkan masyarakat yang peduli pada perjuangan warga Singkuang itu.

“Menurut saya pendapat Bupati Madina tersebut sangat tidak masuk akal. Tidak ada yang menunggangi perjuangan masyarakat Singkuang 1 tersebut. Jika banyak tokoh tokoh masyarakat dan warga yang peduli, seperti saya menawarkan diri saya untuk menjadi kuasa hukum masyarakat Singkuang 1 secara gratis, tidak ada pesan sponsor tidak ada yang menunggangi atau mengarahkan saya, murni untuk membela hak hak masyarakat Singkuang 1, demikian juga tokoh tokoh masyarakat lainnya. Tentunya kita merasa prihatin atas perjuangan masyarakat Singkuang 1 yang tidak jelas hasilnya. Sehingga masyarakat terpanggil untuk membantu logistik kepada masyarakat Singkuang 1 yang sudah lebih satu minggu di lokasi PT Rendi. Jika bukan masyarakat Madina lantas siapa lagi yang membantu mereka? Nah pertanyaannya apakah Pemkab Madina membuka dapur umum untuk masyarakat yang sedang berjuang atau memberikan bantuan logistik. Jika Masyarakat Madina membantu jangan dipolitisasi untuk kepentingan politik,” ungkapnya. (MN-08)