MADINA, Mohga – Dalam rangka tugas dan tanggung jawab, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Sumatera Utara dari fraksi Partai Gerindra Rahmat Rayyan Nasution, menggelar reses dan silaturrahmi dengan warga Desa Simandolam dan Muarapotan Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal yang dipusatkan di gedung SD Negeri 212 Simandolan pada Minggu ( 17/7/2022) kemarin.
Warga menyambut kunjungan reses Rahmat Rayyan dengan riang gembira, apalagi Desa Simandolam ini masih tergolong desa terisolir di Kabupaten Madina, tepatnya di kaki bukit Tor Sihite.
Kegiatan reses anggota DPRD asal Sumut 7 atau Tabagsel ( Tapsel, Padangsidimpuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal) itu mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen masyarakat. Warga cukup terbuka, ini menandakan bahwa masyarakat di wilayah itu sudah mempunyai rasa kepentingan serta kepedulian untuk memajukan daerahnya.
Acara hari itu juga dirangkaikan dengan acara syukuran ataupun membayar nazar seluruh warga Simandolam yang ditandai dengan makan bersama, makan lemang dan ayam panggang. Nampak hadir mewakili Muspika Kotanopan, Plt kepala desa Simandolam Rahmat Tua, jajaran BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kaum ibu dan ratusan warga lainnya yang berasal dari dua desa bertetangga di wilayah torsihite itu.
Rahmat Rayyan Nasution selaku politisi dari partai Gerindra mengatakan, kegiatan reses merupakan tugas dan tanggung jawab anggora DPRD untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus melihat, mendengar serta menyerap aspirasi masyarakat / konstituennya di masing-masing daerah pemilihannya (Dapilnya).
Selain melaksanakan tugas dan fungsi kedewanan, kegiatan reses yang dilakukan ini juga bertujuan untuk mendukung dan mengoptimalkan kinerja DPRD Sumut. Anggota dewan dapat mengetahui lebih jauh tentang kondisi masyarakat, sehingga dapat mengoptimalkan berbagai program pelaksanaan pembangunan diberbagai wilayah di Mandailing Natal.
“Alhamdulillah, dalam reses ini saya bisa silaturahmi dengan warga. Juga dapat menyerap aspirasi serta bisa lebih mendekatkan kami sebagai wakil rakyat dengan masyarakat sebagai kontituen yang sudah memilih kami,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap agar kegiatan reses dan silaturahmi tersebut bisa menjadi forum dialog yang penting dan strategi antara anggota dewan dan masyarakat.
“momen reses ini mari kita manfaatkan secara maksimal. Artinya, aspirasi masyarakat terserap dan kiranya dapat diimplementasikan sehingga dapat dirasakan masyarakat secara langsung ,” katanya.
Sementara Plt Kepala Desa Simandolam Rahmat Tua mengucapkan terima kasih kepada Rahmat Rayyan Nasution selaku anggota DPRD Sumut yang telah berkenan melakukan reses di desanya.
ia pun mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama menjadikan momen reses anggota DPRD Sumut dalam menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan berkembang di tengah-tengah masyarakat.
“momen reses yang dilakukan anggota DPRDSU Rahmat Rayyan Nasution ini kita manfaatkan secara maksimal untuk menyerap aspirasi berkembang di masyarakat. Juga dapat menambah penguatan silaturrahmi anggota dewan dengan warga,” sebutnya.
Tua berharap kiranya semua masukan atau aspirasi disampaikan oleh masyarakat akan menjadi catatan bagi anggota DPRD Sumut untuk dapat diemplementasikan demi peningkatan kesejahtraan, perekonomian dan kemajuan masyarakat di daerah tersebut.
Pengamatan mohganews, dalam reses itu warga menyampaikan berbagai aspirasi maupun keluhan seperti bidang insfrastruktur, kesehatan, pendidikan dan pertanian, perkebunan serta bidang lainnya yang tentunya perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.
Setidaknya ada enam keluhan maupun aspirasi yang disampaikan warga kepada Rahmat Rayyan Nasution, di antaranya menyangkut keberadaan badan jalan kabupaten menghubungkan Hutarimbaru- Simandolam yang kini kondisi sangat parah dan memprihatinkan akibat belasan tahun tidak mendapatkan perbaikan dari pemerintah.
Kemudian menyangkut keluhan warga di bidang kesehatan, karena di desa itu kini tidak ada tenaga bidan desa serta polindes, perlunya pendirian rumah tahfiz qur’an dan MDA, keberadaan PAUD yang ada di desa itu perlu dibuatkan satu atap dengan SD Negeri 212 Simandolam.
Juga muncul permintaan masyarakat terkait bantuan untuk penanggulangan hama yang mengganggu tanaman mereka, seterusnya bentuk bantuan pengadaan bibit di bidang pertanian dan perkebunan yang tujuannya untuk peningkatan kesejahtraan masyarakat setempat. (M10)






