MADINA – Kepala Teknik Panas Bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Ali Sahid mendorong kampus STAIN Mandailing Natal (Madina) menjadi inkubator bisnis untuk mengembangkan UMKM daerah. PT SMGP adalah perusahaan pembangkit lsitrik tenaga panas bumi yang beroperasi di Kabupaten Madina.
Hal itu ia sampaikan saat menjamu kunjungan mahasiswa dari BEM-STAIN Madina dan wartawan di basecamp SMGP, Desa Purba Lamo Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Sabtu (16/5/2026). Turut mendampingi Ali Sahid yaitu coordinator CDCR, Ade Robi dan pimpinan PT Nawakara, Letkol Timor dan wakilnya AKBP (Purn) Muhammad Rusli serta personel lainnya.

Di awal pemaparannya, Ali Sahid menjelaskan PT SMGP merupakan salah satu objek vital nasional berdasarkan keputusan kementerian ESDM RI, yang mana perusahaan berusaha di bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi dalam mewujudkan ketahanan energi dalam mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto yaitu; ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air.
“SMGP ini pada dasarnya adalah aset milik negara berdasarkan pasal 33 ayat 3 “bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Hanya saja SMGP diberikan kewenangan melalui KS Orka untuk mengelola sumber daya alam panas bumi yang ada di Madina. Kalau izin operasinya telah habis maka KS Orka akan mengembalikannya ke negara. Dan SMGP memproduksi listrik ramah lingkungan (green energy) hal ini sesuai dengan asta cita bapak Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan energi,” kata Ali Sahid.
Ia mengungkapkan, selama kegiatan operasi ini, PT SMGP menghadapi banyak ujian dan tantangan, termasuk soal isu-isu H2S dan lingkungan. Tantangan dan isu-isu itu sempat membuat investor menarik diri, namun karena dukungan pemerintah dan masyarakat PT SMGP sampai sekarang tetap melanjutkan operasional kegiatannya
“Kami menyadari sebaik apapun yang dilakukan pasti ada ujian dan tantangan. Banyak sekali tantangannya bahkan investor sempat ingin menarik diri dan mengalihkan modalnya di tempat lain, namun di sisi lain kami mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat, karena perusahaan ini juga mengutamakan mempekerjakan masyarakat sesuai dengan skill dan kemampuannya. Ditambah lagi program CDCR dalam bentuk lima pilar yang kami pilih dalam komponen Sustainable Development Goals (SDGs). dari 17 Komponen SDG diringkas ke dalam 5 pilar CDCR sesuai kondisi IPM di sekitar WKP,” ungkapnya.
Ali Sahid menyebut lima pilar yang dikembangkan PT SMGP dalam CDCR yaitu; ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial budaya dan keagamaan. Lima program ini sudah efektif berjalan selama beberapa tahun belakangan.
“Paling menarik dari lima program itu adalah bidang ekonomi. Saat ini masyarakat yang berada di lingkar WKP sudah menekuni beragam usaha UMKM di bawah binaan tim CDCR PT SMGP, terkhusus kalangan ibu-ibu memproduksi makanan ringan dan sudah mendapat label halal. Belum lagi produk pertanian dari kalangan bapak-bapak kelompok tani dan peternakan, namun yang menjadi tantangan saat ini adalah pengembangan usahanya. Masyarakat tentunya kurang paham tentang teknologi marketing, seharusnya ini peluang bagi pihak lain agar produksi masyarakat kita dapat berkembang,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ali Sahid mendorong kampus STAIN Madina melalui Badan eksekutif Mahasiswa agar dapat menjalin kolaborasi dengan masyarakat pelaku UMKM binaan PT SMGP
“Saya kira ini tantangan buat kampus kita, saya mendorong STAIN Madina menjadi inkubator bisnis di sektor UMKM, supaya produksi barang dari masyarakat kita bisa sustainable (berkelanjutan), karena tanpa kolaborasi yang baik maka pelaku UMKM kita akan terancam dan tidak dapat bersaing di dalam teknologi digital yang terjadi dalam dunia UMKM saat ini,” tutupnya.
Ketua BEM STAIN Madina, Abdul Bais Nasution mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi gagasan yang diberikan pimpinan PT SMGP. Bais mengakui PT SMGP sudah beberapa kali masuk ke kampus STAIN Madina dalam kegiatan seminar UMKM, namun belum ada tindak lanjut yang nyata.
“Ini gagasan yang sangat baik. Masyarakat kita sudah berinovasi berkat bantuan PT SMGP, sekarang saatnya kita membantu agar UMKM dapat berkembang dan diterima oleh konsumen melalui teknologi marketing. Ini akan kami lanjutkan pembahasannya di tingkat BEM dan pihak kampus,” ungkapnya.
Selain perwakilan mahasiswa, hadir juga Ketua PWI Kabupaten Madina, Zamharir Rangkuti bersama beberapa orang wartawan dari media massa. (MRL/Rel)










