Podcast Menjadi Media Penyiaran Kalangan Remaja

OLEH: GINA SONYA PANE

Penggunaan media sosial sudah tidak asing lagi sebagai penyebaran informasi, bahkan berita sekalipun tidak lagi didapatkan dari radio atau telivisi saja.

Adanya media sosial ini menjadi bukti bahwa era digital semakin berkembang dan hadir dicela-cela kesibukan semua orang. Bahkan tidak dipungkiri media sosial berada dalam peringkat tertinggi disetiap aktivitas semua orang.

Hal tersebut juga berdampak dengan kemudahan penyiaran melalui media sosial dibandingkan dengan media lainnya. Hal itu didukung karena ketertarikan antara media sosial dan komunikasi menjadi relevan karena media sosial menjadi tujuan utama dalam proses berkomunikasi.

Diterima atau tidak, kedatangan media baru terutama media sosial telah memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun dalam konteks masyarakat secara keseluruhan.

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi terbaru telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.
Ini menyebabkan setiap orang menemukan cara-cara baru dalam mengakses informasi, yang tidak hanya melalui komunikasi dua arah .

Dalam situasi ini, komunikator dan komunikan dapat berinteraksi secara langsung dan simultan, di mana setiap partisipan berperan sebagai pengirim pesan dan penerima pesan secara bersamaan.

Namun berbeda dengan podcast, yang mengubah jalan penyampaian informasi yang menjadi warna baru dalam penyebaran informasi di media sosial. Podcast sudah tidak asing dipendengaran semua orang apalagi podcast menemani setiap kesibukan dengan menyajikan beragam informasi. Informasi yang didapatkan pun tidak hanya informasi formal saja, namun mengenai hal-hal terkini dan populer dikalangan remaja seperti berita, obrolan olahraga, misteri, talkshow, musik, komedi, seni, hiburan, serta pengalaman atau percakapan sehari-hari dari pembicara di podcast. Karakteristik fleksibel dan on-demand membuat podcast menjadi pilihan alternatif yang diminati oleh banyak pendengar bahkan podcast menjadi teman tidur karena mampu menyampaikan berbagai tema yang memberikan nuansa tenang dan menghanyutkan untuk tidur.

Hadirnya podcast dianggap mampu menyajikan konten yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pendengar merasa bahwa apa yang dirasakan mereka tersalurkan dalam konten yang dibuat. Kesan ini menciptakan koneksi emosional dengan pendengar. Dengan menyentuh sisi emosional pendengar semakin mempermudah komunikator dalam menyampaikan informasi. Informasi yang disampaikan juga tidak harus melulu tentang informasi formal, namun hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang pastinya menjadi pengetahuan baru bagi pendengar. Kehadirannya yang beragam penyampaiannya tentu memberikan nuasa terhibur serta menambah wawasan dan informasi yang belum pernah diketahui.

Dengan pemanfaatan hal demikian tentu menjadi peluang bagi siapapun untuk ikut terjun menjadi seorang komunikator yang memberikan informasi tanpa merasa terhambat oleh keterbatasan kemanpuan yang dimilikinya. Dengan kemampuan berbicara yang semakin diasah tanpa takut dilihat banyak orang menjadi jawaban untuk orang-orang yang sulit berbicara disaksikan orang banyak. Dengan mengandalkan suara mampu menjadi wadah dalam pengekspresian diri dalam penyebaran informasi. Dengan demikian semua orang punya peluang untuk menyampaikan pendapatnya dengan menyesuaikan kebutuhan dan problematika yang ada saat ini.

Penulis adalah mahasiswa pascasarjana program studi ilmu komunikasi dan penyiaran Islam UIN Syahada Padangsidimpuan