MADINA, Mohga – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta panitia perayaan HUT Ke 78 Kemerdekaan RI segera responsif menyelesaikan konflik atau kericuhan antar pemuda di Kecamatan Panyabungan.
Hal ini disampaikan bertujuan agar Kabupaten Madina yang dikenal masyarakat luas sebagai negeri beradat, taat beribadah tidak rusak dimata publik maupun masyarakat luas.
Ketua PMII Madina, Ahmad Rizal Nasution menilai, kericuhan antar pemuda dari beberapa desa maupun kelurahan di Panyabungan itu diakibatkan kesalahan pahaman dan disambut emosi dari masing-masing pihak.
Rizal meminta panitia semarak HUT RI segera mengambil sikap dalam penyelesaian persoalan ini. Apabila tidak, ricuh diperkirakan bakal kembali terjadi dan akan mengundang konflik besar antar kampung.
“Kita prihatin kejadian kemarin saat pawai karnaval HUT RI di Panyabungan. PMII Madina turut berduka atas adanya korban luka dalam konflik itu. Kami harap panitia harus segera menyelesaikan persoalan ini sebelum hal-hal yang negatif kembali terjadi,” harapnya, Kamis (17/8/2023).
Di sisi lain, Rizal memandang, upaya perdamaian juga harus melibatkan pihak kepolisian, baik Polres maupun Polsek setempat.
“Kami mendukung semua pihak ikut serta dalam hal mediasi perdamaian. Kepolisian, pemangku adat dan tokoh masyarakat harus dilibatkan,” jelas dia.
Diketahui ketua panitia semarak HUT ke 78 RI Madina adalah Sekretaris Daerah Alamulhaq Daulay. Hingga berita ini dimuat, sekda belum bisa memberikan keterangan bagaimana langkah yang akan diambil oleh Pemkab Madina.
Sambungan telepon dan pesan konfirmasi lewat WhatsApp belum digubris oleh sekda meskipun chat sudah centang dua.
Sementara pihak Polsek Panyabungan yang dihubungi Mohganews mengaku sampai saat ini, pihak terlibat dalam kericuhan itu belum ada memasukkan laporan.
“Belum ada laporan masuk, kita masih mengupayakan mediasi untuk perdamaian,” jawab salah seorang anggota Polsek Panyabungan.
Dikutip dari berbagai media lokal di Madina, akibat kericuhan itu, 5 orang pemuda asal Kelurahan Pidoli Dolok mengalami luka-luka. Mulai dari mata memar, kena tusukan senjata tajam hingga patah tulang.
Sementara dari desa maupun kelurahan lainnya yang belum termonitor dari mana saja belum ada diungkap kondisi korban. (MN-08)












