MohgaNews|Madina – belakangan ini masyarakat di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghujat dan mengeluhkan listrik yang sering byar pet (hidup padam, red), dan kejadiannya pun hampir setiap hari.
Selain itu, sebagian juga mengaku tariff listrik selama sebulan ini naik, warga pun memperkirakan itu disebabkan dampak dari byar pet PLN yang sering terjadi.
Rodiah (30) warga Pidoli Dolok Panyabungan kepada MohgaNews, Rabu (31/7) menyebutkan, sudah lebih sebulan listrik byar pet ini terjadi yang menyebabkan usaha depot air minumnya terganggu.
“sudah lebih sebulan kejadiannya, hampir tiap hari terjadi pemadaman, usaha kami jadi terganggu. Bayaran listrik bulan ini pun mahal,” keluhnya.
Senada juga disebutkan Rahmad Pulungan (35) pengusaha warung internet di Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan. dengan nada kesal Rahmad menyebut PLN tidak punya hati nurani, karena akibat byar pet yang sering terjadi lebih sebulan ini menyebabkan kerugian besar baginya.
“listrik yang sering padam ini menyebabkan kerusakan di perangkat komputer dan jaringan, saya rugi besar, pengunjung pun sudah pasti kesal. Selain itu, bayaran kami pun bengkak dua kali lipat. PLN ini macam tak punya hati,” kesalnya.
Kepala PLN rayon Panyabungan, Erwinsyah yang dihubungi MohgaNews menjelaskan, penyebab pemadaman dalam beberapa minggu ini dikarenakan pengoperasian Gardu Induk yang baru beberapa bulan selesai.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang dialami masyarakat.
“ada beberapa hal yang menyebabkan pemadaman dan byar pet yang terjadi selama ini. Salah satunya adalah pengoperasian Gardu Induk yang masih butuh penyempurnaan. Masih ada beberapa kendala teknis dalam pengoperasiannya, sehingga arus sering dialihkan dari Gardu Induk yang di Padangsidimpuan,
“selain itu ada juga faktor bencana, seperti ada gangguan kabel, tiang yang jatuh, dan kendala lainnya. Kami juga berusaha semampu kami mengatasi setiap kendala yang terjadi di lapangan. Dan, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan semua pelanggan,” kata Erwin. (MN-01)











