MohgaNews|Madina – “Kami tidak menerima hasil penghitungan suara ini, KPU curang, kami tidak terima ini, bakar KPU……”
Hal itu diteriakkan salah satu pengunjuk rasa yang jadi penyebab awal terjadinya kericuhan usai pemungutan dan penghitungan suara pada aksi simulasi pengamanan Pilkada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2020.
Polres Madina melakukan simulasi pengamanan kota Pilkada Madina tahun 2020 yang berlangsung di lapangan Aek Godang Kecamatan Panyabungan, Kamis (6/8/2020)

Pantauan wartawan, ada beberapa adegan yang diperagakan personel Polres Madina pada simulasi tersebut. mulai dari pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Madina. Lalu adegan kampanye pasangan calon hingga pemungutan suara.
Aksi keributan massa pendukung mulai terlihat pada saat melakukan penghitungan suara. Tetapi aksi keributan tersebut dapat diredam petugas pengamanan dari Polres Madina.
Kemudian, usai perhitungan suara, petugas KPPS dan PPS yang membawa kotak suara dikawal oleh personel kepolisian, tiba-tiba ada sekelompok orang yang diduga suruhan tim salah satu pasangan calon melakukan pengejaran petugas PPS. Dan mereka merampas kotak suara lalu membawanya kabur. Aksi perampasan ini dapat dikendalikan petugas pengamanan dan pelaku perampasan berhasil diamankan polisi.
Selanjutnya, pada rapat pleno penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil terpilih oleh KPU Madina, massa pendukung salah satu pasangan calon berkumpul di halaman KPU mulai melakukan keributan. Menurut mereka pasangan yang mereka dukung sengaja dikalahkan KPU Madina.
“ KPU melanggar aturan, KPU sengaja mengalahkan salah satu calon. Kami tidak terima ini,” kata massa.
“kami akan menuntut KPU, bagaimana kawan-kawan? Apakah kita rela calon kita dikalahkan KPU?” tambah kordinator massa.
“Tidak, KPU sudah curang, bakar KPU…..” teriak massa yang lain.
Massa terus bertambah melakukan orasi penolakan pleno penetapan pasangan calon terpilih yang dilakukan KPU Madina. Pengamanan dari Polres Madina pun ditambah untuk menenangkan aksi pengunjukrasa.
Tetapi, bukannya meninggalkan halaman KPU, jumlah massa yang datang semakin bertambah, lalu terjadi pelemparan massa ke aparat pengamanan yang berjaga.
Aksi massa makin anarkis, mereka terus melempari massa dengan batu dan sebagainya. Kemudian, Polres Madina menambah personel, pasukan Brimbo pun diturunkan.

Serangan demi serangan dilancarkan massa kepada petugas pengamanan, dan personel Polres Madina bersama personel Brimob memukul mundur massa dengan menembakkan water canon lalu menembakkan gas air mata.
Dan akhirnya petugas kepolisian berhasil memukul mundur massa hingga membubarkan diri.
Simulasi pengamanan Pilkada Madina tahun 2020 itu dihadiri Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Madina, Ketua KPU Madina Fadillah Syarif bersama komisioner dan jajaran PPK dan PPS. Ketua Bawaslu Madina Joko A Budiono bersama komisioner dan jajarannya.
Turut hadir pimpinan Organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dan pimpinan partai politik. (MN-01)











