PANYABUNGAN, – sejumlah peternak ayam kampung di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluhkan harga pakan yang mahal. Peternak berharap Pemerintah Daerah memberikan perhatian dan solusi atas kesulitan yang mereka alami ini
“kendala paling utama di peternakan ini adalah harga pakan yang tinggi. Pakan jadi (pabrikan) mencapai Rp 11 ribu perkilo. Sedangkan bahan pakan alami seperti jagung juga mengalami kenaikan harga, jagung pecah dibeli di took peternakan mencapai Rp 8 ribu perkilo,” keluh Hidayat, peternak ayam kampung di Kelurahan Simangambat, Sabtu (11/12)
Senada dikeluhkan Khoirul, akibat harga pakan yang semakin tinggi ia harus mencari cara lain dengan mengumpulkan nasi bekas dari warung nasi di sekitaran Panyabungan
“kalau beli pakan pabrikan dapat dipastikan kami tidak memperoleh keuntungan. Terpaksa cari cara lain, setiap pagi kami mengumpul nasi sisa dari rumah makan, itulah dicampur dengan dedak,
“dengan pakan yang begini, nutrisi untuk ayam sebenarnya sangat sedikit, tapi apa daya, harga pakan semakin mahal,” ucapnya
Dengan kondisi demikian, peternak ayam kampung secara mandiri di Kabupaten Madina berharap pemerintah daerah memberi solusi guna mengatasi harga pakan yang mahal
“kami sangat berharap pemerintah hadir memberikan solusi mengatasi kesulitan yang kami alami, kami butuh pakan bersubsidi, atau pemerintah memberikan bantuan mesin alat pembuat pakan ternak. Dengan adanya mesin pembuat pakan ini akan mengurangi biaya produksi kami hingga masa panen,” tambahnya. (M-01)






