Pertanian Sibaruang Terpuruk, Zubaidah Desak Pemkab Madina Turun Tangan

Madina240 Dilihat

MADINA – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Zubaidah Nasution, S.Sos, menggelar Reses III masa sidang 2025/2026 di Desa Sibaruang, Kecamatan Siabu, Sabtu (3/10/2026). Kegagalan panen ratusan hektare lahan pertanian akibat serangan hama menjadi fokus utama aduan warga dalam pertemuan tersebut.

Kehadiran politisi Partai Golkar ini disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh ratusan masyarakat yang datang dari Desa Sibaruang serta desa-desa tetangga.

Kepala Desa Sibaruang menyampaikan bahwa kondisi pertanian padi di wilayahnya sedang terpuruk hebat akibat serangan hama tikus dan wereng pada periode panen terakhir.

“Total kurang lebih 120 hektare luas lahan petani Sibaruang mengalami gagal panen. Karena sama-sama terdampak, kami memohon agar bantuan benih padi, pupuk, dan bantuan lainnya disama-ratakan kepada seluruh petani,” kata Kepala Desa di hadapan legislator daerah pemilihan (Dapil) V tersebut.

Selain persoalan benih dan pupuk, warga juga mendesak agar Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Madina lebih aktif memberikan edukasi dan pendampingan teknis agar musibah gagal panen tidak berulang.

Zubaidah bersama masyarakat Desa Sibaruang dalam pelaksanaan reses III tahun 2026

Secara keseluruhan, terdapat beberapa poin aspirasi masyarakat Sibaruang dan Sihepeng yang diserahkan kepada Zubaidah:

  1. Pembangunan jalan usaha tani (rabat beton)
  2. Pengadaan bibit padi unggul
  3. Pembangunan dek penahan tanah atau bronjong
  4. Pembangunan jembatan
  5. Pembangunan jalan lingkungan
  6. Pengadaan hewan ternak untuk warga Desa Sihepeng

Menanggapi keluhan tersebut, Zubaidah Nasution menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi yang dialami para petani. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Madina melalui Dinas Pertanian untuk segera turun ke lapangan guna mendata seluruh korban gagal panen.

“Kita sangat prihatin. Hasil pertanian adalah tumpuan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami mendorong Dinas Pertanian serius menyikapi kondisi ini,” tegas Zubaidah.

Zubaidah juga menyoroti pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendukung program nasional swasembada beras. Menurutnya, pembinaan langsung di lapangan sangat krusial agar proses masa tanam hingga panen berjalan optimal.

“Masyarakat butuh kehadiran pemerintah saat situasi sulit seperti ini. Gagal panen seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tambahnya.

Terkait usulan pembangunan infrastruktur pemukiman dan areal pertanian, Zubaidah berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut di lembaga legislatif agar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah secara bertahap.

“Semua aspirasi tentu tidak bisa diwujudkan sekaligus dalam satu tahun anggaran, mengingat keterbatasan anggaran dan saudara-saudara kita di daerah lain juga membutuhkan pembangunan. Mari kita bergandengan tangan untuk mengawal aspirasi ini bersama-sama,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan reses ini, hadir Camat Siabu Ahmad Fadlan, Kepala Desa Sibaruang, tokoh masyarakat, alim ulama, dan pengurus Naposo Nauli Bulung. (FAN)