MADINA – Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi berakhir. Namun, hasil minor harus diterima oleh Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Prestasi kafilah Madina dinilai menurun drastis dibandingkan pelaksanaan dua tahun lalu, di mana kali ini mereka terlempar ke peringkat 22 dari total 31 peserta.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh panitia, Kabupaten Madina berada di papan bawah dengan hanya mengantongi total nilai 2.
Sebagai perbandingan, posisi juara umum atau peringkat terbaik pertama diraih oleh Kota Medan dengan dominasi mutlak sebesar 473 poin. Sementara itu, untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), hanya Kabupaten Padang Lawas yang berhasil menembus posisi 10 besar dengan menduduki peringkat ke-9.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Madina, Rahmad Hidayat, membenarkan pencapaian kafilahnya yang berada di peringkat ke-22 pada ajang dua tahunan tersebut.
Menurut Rahmad, satu-satunya poin yang berhasil dibawa pulang oleh Madina berasal dari kategori Tafsir Bahasa Arab Juara Harapan II yang ditorehkan oleh peserta asal Kecamatan Panyabungan Utara.
“Data lengkap mengenai bidang perlombaan apa saja yang kita ikuti, nanti akan kita evaluasi dan lihat kembali di kantor,” kata Rahmad Hidayat saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).
Penurunan performa ini terbilang cukup mencolok jika berkaca pada pergelaran MTQ tingkat Provinsi Sumut tahun 2024 yang dilaksanakan di Sipirok, Tapanuli Selatan.
MTQ tahun 2024 yang digelar di perkantoran Bupati di Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Ketika itu, Madina memperoleh 9 poin dari 26 kategori yang diperlombakan.
Ada lima kategori lomba yang mendapat penghargaan saat itu, antara lain terbaik 1 cabang tafsir bahasa Indonesia cabang putra, terbaik 2 cabang tafsir bahasa inggris putri, terbaik 3 Tahfiz 30 juz putra, terbaik 4 tafsir bahasa arab putri dan terbaik 5 tafsir bahasa arab putra.
Sebagai informasi, MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumut tahun ini diselenggarakan di Lapangan Astaka Pancing, Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, pada 15 hingga 24 Juni 2026. Kompetisi ini diikuti oleh kafilah dari 28 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, ditambah 3 grup eksternal dari kafilah Polda Sumut, PTPN, dan Perti.
Penurunan prestasi yang cukup tajam ini diharapkan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Pemkab Madina dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) setempat untuk pembinaan qari-qariah ke depan. (FAN)











