Penemuan Orok Bayi di Sihepeng, Puluhan Gadis Desa Diperiksa

MADINA, Mohga – Kepala Desa (Kades) Sihepeng I Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dedi Hasibuan menceritakan kronologis lengkap tentang penemuan orok bayi laki-laki berusia sekitar 5-6 bulan di parit Aek Tapus di desa itu pada Jum’at 17 Februari 2023.

Dedi mengaku penemuan orok tersebut ia ketahui dari salah seorang aparat desa yang menghubunginya lewat sambungan telepon. Saat itu Dedi hendak salat Jum’at di Masjid Mompang, Panyabungan Utara.

“Penemuan orok bayi di Aek Tapus itu benar adanya, saat itu saya sedang menuju Panyabungan, waktu itu masih berada di masjid Mompang salat Jum’at. Setelah selesai salat ada masuk telepon mengabarkan ada penemuan orok bayi di pemandian Aek Tapus, saya langsung putar balik ke desa,” akunya, Selasa (21/2/2023).

Dedi mengaku tidak sempat melihat posisi orok tersebut di dalam pemandian itu, pada saat tiba di desa orok tersebut sudah berada di Puskesmas Sihepeng.

Menurut pengakuan penemu orok itu kepada pihak aparat desa, posisi orok, kata dia, berada di dalam parit pemandian, sebelum salat jumat. Sebagian tubuhnya tertutup plastik yang diduga hanyut.

“Sudah kita tanya penemu pertama orok itu. Katanya, posisi orok itu sebagian tubuhnya tertutup plastik yang diduga sampah yang dibuang oleh masyarakat. Orok itu mengapung, bukan hanyut. Kita menduga orok di buang di titik penemuan awal,” ungkapnya.

Orok tersebut cepat dimakamkan layaknya manusia normal berdasarkan keputusan bersama antara pihak desa dan kepolisian setempat. Langkah yang desa lakukan sampai saat ini sedang berjalan yakni pemeriksaan kesehatan gadis yang berdomisili di desa tersebut bekerja sama dengan Puskesmas setempat.

Langkah itu dilakukan, ungkap Dedi, untuk menghindari persepsi negatif dari warga desa lainnya mengingat penemuan orok bayi di desa mereka. Kemudian menjalani proses pemberian sanksi apabila pelaku berhasil ditemukan.

“Proses pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan gadis di desa kami sedang berjalan. Para kaum wanita yang belum menikah datang ke Puskesmas menjalani pemeriksaan. Hasil yang kita peroleh hingga saat ini belum ada tanda-tanda mencurigai,” ujarnya.

Terkait informasi yang beredar bahwasanya ada seseorang yang dicurigai di desa itu, Kades menyebut pihaknya sudah melakukan terobosan untuk menyelidiki dengan cara mendekati pihak keluarga.

“Yang dicurigai ada, tapi enggak bisa menuduh. Kita dekati keluarganya, gadis yang kita curigai itu menurut penilaian kita adalah baik, sopan dan bermasyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sihepeng yang dihubungi MohgaNews mengaku sedang menjalani zoom meating. Dia bersedia memberikan keterangan apabila zoom meating selesai. (MN-08)