MADINA, Mohga – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi mengunjungi korban kebakaran di Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan, Kamis (15/6/2023)
Kunjungan ini sekaligus menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sandang dan pangan. Peristiwa kebakaran yang menyebabkan 3 unit rumah ini terjadi pada Rabu (14/6/2023) sore kemarin. Korban saat ini tinggal mengungsi di rumah tetangganya yaitu rumah H. Martua.
Kedatangan Wakil Bupati diikuti rombongan dari Dinas Sosial, BPBD, Kadis Pora, Kasatpol PP dan Damkar, Palang Merah Indonesia (PMI), Direktur RSUD Madina dan Lurah Panyabungan II.
Pada kesempatan itu, Atika Azmi memberikan dukungan moril kepada 3 keluarga korban kebakaran yang menghuni rumah tersebut. Termasuk juga kepada pihak pemilik kontrakan yang turut hadir. Atika menyampaikan Pemkab Madina turut berbelasungkawa atas musibah kebakaran yang dialami tiga keluarga itu.
Adapun jenis bantuan yang diserahkan yaitu sandang dan pangan, seperti sembako, tikar, pakaian, dan lain sebagainya.
“Kunjungan ini bentuk kepedulian Pemkab Madina kepada warga yang terkena musibah. Kita memberikan dukungan moril dan materiil berupa sandang dan pangan yang sangat urgent bagi korban,” ujar Atika.
Lebih jauh, Atika juga menyampaikan bahwa Pemkab Madina telah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak PLN yang beroperasi di Madina, yakni ULP Panyabungan, Kotanopan dan Natal guna membahas identifikasi penyebab dan solusi perihal arus pendek.
“Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan PLN. Penyebabnya yang sering ditemui di rumah pelanggan, yaitu tidak sesuainya kapasitas dengan penggunaan. Misalnya, kapasitasnya 450 Watt tapi pengunaannya melebihi itu. Sehingga ada arus yang terlalu tinggi dan dapat memicu percikan api. Lalu ada juga kabel dan peralatan seperti MCB, Skring yang tidak SNI,” terangnya lagi.
“Sejauh ini sudah ada 24 peristiwa kebakaran sejak Januari 2023. Untuk langkah preventif, kita sudah godok dengan PLN, karena kita mengakui keterbatasan dalam pengetahuan tentang listrik, jadi kita Panggil PLN dan tadi sudah mengidentifikasi masalah, tinggal menyusun solusinya,” sambungnya lagi.
Atika juga berpesan kepada masyarakat agar lebih hati-hati lagi terhadap hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran.
“Mengingat cuaca yang cukup panas, kami imbau agar masyarakat lebih hati-hati dan teliti. Seperti ketika membakar sampah harus diawasi, peralatan listrik juga harus dicek apakah sudah sesuai standar,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, si jago merah melalap 3 rumah kayu dengan rincian 2 unit rumah kontrakan dan 1 unit rumah pribadi.
Rumah kontrakan yang berdempatan itu dihuni oleh seorang lansia, Nur Hayati (60) dan satu unit lagi dihuni oleh putrinya bersama keluarga. Sedangkan unit rumah kayu pribadi ditinggali oleh Fery (42).
Api diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik. Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (MN-07)






