Pemerintah dan TNI Polri Minta Hentikan Tambang Emas Muara Batang Gadis

MADINA, Mohga – Pemerintah bersama TNI dan Polri dari Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta semua kegiatan tambang emas tanpa izin di kecamatan itu dihentikan.

Unsur pimpinan kecamatan itu pun turun langsung ke lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan alat berat excavator di sungai Lolo Sulangaling, Senin (9/10/2023). Mereka pun membentangkan spanduk bertuliskan “stop illegal mining” atau hentikan penambangan ilegal.

Kedatangan Forkopimcam ini lengkap dengan beberapa perwakilan dari masyarakat dan masing-masing pimpinan mulai dari Kapolsek MBG AKP Budi Sihombing, Kasi Pemerintahan, Baharuddin S.Sos dan sejumlah personel TNI mewakili Danramil Natal.

Camat MBG Zulhidayat kepada Mohganews membenarkan bahwa Forkopimcam MBG telah turun ke lokasi pertambangan yang belakangan ini viral di pemberitaan media sosial.

“Tadi saya enggak sempat ikut ke lokasi akibat masih ada pekerjaan lain yang harus dituntaskan juga. Kasi Pemerintahan dari kantor camat kita utus ke lokasi,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq melalui Kapolsek MBG juga membenarkan pihaknya telah turun ke lokasi memberikan imbauan dan memasang spanduk bertuliskan dilarang melakukan pertambangan ilegal.

AKP Budi Sihombing menyebut alat berat yang diduga beroperasi melakukan pertambangan emas telah hengkang dari sungai lolo.

“Alat berat sudah tidak ada lagi di lokasi alias sudah bersih. Kita juga telah memasang spanduk pelarangan melakukan aktivitas pertambangan di sungai lolo,” ujarnya.

Kapolsek berharap masyarakat dapat menilai bahwasanya Polri telah menindaklanjuti laporan keberatan dari masyarakat yang disampaikan melalui media massa. (MN-08)