MADINA – AKBP Bagus Priandy selaku Kapolres Mandailing Natal (Madina) meminta didoakan agar tetap istiqamah dalam melakukan pemberantasan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya yang terdiri dari 23 Kecamatan.
Hal ini disampaikan Bagus Priandy ketika melakukan coffee morning bersama sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Madina, Jumat (16/1/2026), pagi.
Bagus, Alumni Akpol 2007 ini menegaskan bahwa penertiban tambang emas ilegal di Madina merupakan salah satu prioritasnya. Hal itu dilakukan sesuai dengan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Doakan saya dan tim Polres Madina istiqamah memberantas tambang ilegal atau Peti. Selain itu, kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Bupati dan Wakil Bupati, karena kita tahu sendiri bahwa Peti ini sendiri menyangkut kehidupan dan kebutuhan masyarakat Madina,” kata dia.
Kapolres Madina juga menyebut akan menginventarisir dua kasus yang menjadi atensinya, yaitu Peti dan narkotika.
Dia menyadari bahwa narkoba juga menjadi persoalan semua aspek. “Hingga saat ini peredaran narkoba juga kita sadari sudah sampai ke desa-desa. Bahkan menjadi pemicu terbakarnya kantor Mapolsek Muara Batang Gadis beberapa waktu lalu,” tegasnya.
AKBP Bagus berharap kerja sama semua pihak dalam pemberantasan narkoba ini. Ia mengaku dalam waktu dekat akan bertemu dengan seluruh unsur Forkopimda dan membahas permasalahan narkoba ini.
“Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan Bupati, dan unsur Forkopimda lainnya. Kita akan bahas terkait pemberantasan narkoba ini,” tegasnya. (FAN)











