MADINA – Polres Mandailing Natal (Madina) sukses melaksanakan Operasi Lilin Toba yang dilakukan selama 12 hari mulai 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Operasi KRYD selama lima hari ke depan.
Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq melalui Plh Kasi Humas Ipda Bagus Seto SH mengatakan, Operasi Lilin Toba di wilayah hukum Polres Madina berjalan dengan baik.
Bagus melaporkan, sejumlah tugas yang telah selesai dilakukan oleh petugas operasi berjalan dengan aman dan lancar. Seperti arus lalu lintas di Madina berjalan mulus tanpa menimbulkan kemacetan yang begitu parah.
“Selain lalu lintas yang lancar selama Natal dan Tahun Baru, laporan kecelakaan kepada Polri juga nihil,” kata Bagus menjawab Mohganews, Rabu (3/1/2024).
Pama Polri ini juga menerangkan, wilayah Kabupaten Madina dikenal penduduknya mayoritas menganut agama Islam. Maka arus balik dan arus mudik pada Nataru tidak begitu padat.
Dia juga menjelaskan, meski PAM Nataru sudah berakhir, Polres Madina masih melanjutkan kegiatan KRYD di dua pos pengamanan yang berada di perbatasan yakni di Kecamatan Siabu dan Muara Sipongi.
KRYD ini, kata Bagus memiliki arti sebuah operasi rutin dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan sasaran penyakit masyarakat (Judi, miras, sajam) sekaligus sebagai upaya preemtif, preventif dan represif dalam mencegah kejahatan.
“Dua pos di perbatasan itu masih aktif. Untuk persiapan pelayananan pengendara yang melintas, baik itu yang balik maupun yang pulang kampung,” terangnya.
Diketahui, pada saat Operasi Gelar Pasukan Ops Lilin Toba pada 21 Desember lalu, Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Sedangkan petugas yang terlibat dalam operasi yakni, TNI, Polri, Pemkab Madina dari sejumlah instansi seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran dan kalangan pelajar dari satuan Pramuka. (FAN)











