PROGRAM Keta tu Saba yang digagas Bupati Madina, Pak Saipullah Nasution perlu dimaknai secara positif. Keta tu Saba (Ayo ke Ladang) suatu kalimat ajakan kepada masyarakat agar sama-sama turun ke ladang.
Ajakan ini secara umum tertuju kepada semua lapisan masyarakat, karena tidak semua punya sawah, tentu ladang dimaksud bisa juga pada kegiatan usaha lainnya sebagai penopang keberlangsungan hidup. Bagi petani yg punya ladang agar menekuni usahanya supaya produktivitas gabahnya dapat meningkat. Salah satu upayanya adalah melakukan tanam serentak.
Tanam serentak adalah strategi cerdas dalam pertanian yang mendatangkan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial. Ini salah satu bentuk penerapan budaya tani modern berbasis komunitas. Beberapa manfaat tanam serentak seperti: mengendalikan hama dan penyakit, meningkatkan hasil panen, memperkuat kerja sama antar petani, dan mengurangi risiko banjir dan kekeringan.
Budaya tanam serentak di Kabupaten Madina masih kategori lemah. Ini bisa disebabkan banyak faktor, misalnya kurangnya koordinasi antar petani, modal yang terbatas, masalah sumber air atau irigasi yang tidak maksimal berfungsi, faktor cuaca, dan tak kalah penting adalah kurangnya pendampingan dari penyuluh pertanian. Padahal tanam serentak ini budaya yang mengeratkan gotong royong dan menguatkan prinsip kebersamaan.
Gagasan Bupati Madina ini bisa menjadi titik start mengembalikan nama Madina menjadi daerah swasembada beras seperti yang pernah terjadi pada zaman orde baru. Dengan catatan petani dengan pemerintah bekerja sama, karena kerja sama ini dapat menekan angka masalah yang dihadapi petani. Sehingga tidak ada lagi cerita pupuk mahal, pupuk sulit didapat, dan sebagainya.
Soal modal, saya kira Koperasi Merah Putih yang telah dibentuk di seluruh desa akan membawa dampak positif bagi pelaku usaha di desa, terkhusus petani yang saat ini terbilang sebagai pekerjaan primadona karena mendapat perhatian khusus pemerintah berdasarkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan nasional.
Maka karena itu, gagasan Keta tu Saba yang digalakkan Bupati Madina ini merupakan semangat kebersamaan untuk menekuni usaha pertanian bagi petani, juga semangat bekerja bagi pelaku usaha lainnya. Pada akhirnya hasil panen petani kita meningkat dan ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara sustainable. (***)
Muhammad Ridwan Lubis
Pemimpin Redaksi Mohganews






