Mengejutkan, Santri Musthafawiyah Mengaku Dianiaya Oknum Sipir Penjara

NATAL,- kejadian menggemparkan datang dari Said Rahman. dikabarkan, Warga Kampung Sawah Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan pria berinisial DG pada Senin (20/9/2021)

Informasi sementara diperoleh, DG merupakan sipir atau pegawai rumah tahanan negara (Rutan) kelas II Natal. Peristiwa yang dialami korban Said Rahman terjadi sekitar pukul 10.00 Wib di jalan lintas Natal Muara Batang Gadis tepatnya di Desa Panggautan. Dan, kejadian ini sempat viral di media sosial.

Andriansyah, warga setempat yang mengetahui kejadian ini kepada MohgaNews mengungkapkan, kejadian berawal ketika Said Rahman yang mengendarai sepeda motor menyenggol mobil terduga pelaku DG dengan nomor polisi BK 1583 RK

“Korban ini menyenggol mobil DG dari belakang, posisi mobil di pinggir jalan, lalu Said jatuh tersungkur ke jalan. Warga yang melihatnya berusaha menolong dan membawa Said menuju rumah sakit Natal menaiki becak. Tetapi, di perjalanan pelaku DG mengejar dan menyetop becak yang membawa korban, lalu memaksa korban naik ke mobilnya. DG membawa korban naik ke mobil dan membawanya tak jauh dari tempat kejadian, di situ DG menganiaya korban,” ungkap Andriansyah sembari menyebut korban merupakan santri di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

ayah korban bernama Arlin sudah melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polsek Natal dengan surat bernomor STPL/B/14/IX/2021/SPKT/Polsek Natal/Polres Madina/Polda Sumut dan laporan Polisi nomor LP/B/IX/2021/SPKT.

“Sudah kita laporkan ke Polsek Natal,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Azuar Anas saat dihubungi mengatakan hingga saat ini berkas laporan limpahan dari Polsek Natal belum ada masuk.

“Berkas laporan kasus itu belum ada sampai ke Polres. Kayaknya masih proses disana,” ujar Azuar.

Terpisah, MohgaNews menghubungi salah satu pegawai Rutan Kelas IIB Natal bernama Tanjung untuk memastikan apakah Derman Gultom adalah pegawai di Rutan.

“Benar, Derman adalah pegawai di rutan. Masalah tabrak yang tadi sudah saya ketahui, saya dengar ada juga unsur penganiayaan. Namun, kondisi sekarang saya tidak tahu karena tidak mengikuti karena dinas luar,” ujarnya. (MN-08)