PANYABUNGAN,- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan wisuda 179 orang mahasiswa dan mahasiswi, Sabtu (27/11/2021) di aula gedung baru, komplek pusat pendidikan STAIN, Desa Pidoli Lombang, Panyabungan.
Ketua STAIN, Dr H Torkis kepada MohgaNews menerangkan, peserta wisuda ke-III kali ini rata-rata mahasiswi (Perempuan) dengan persentase mencapai 80 persen.
“Wisudawan dan wisudawati ini memang masih prodi yang lama yakni waktu STAIM dulu, prodinya Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Hukum Ekonomi Syariah (HES),” katanya
Dari 179 mahasiswa yang diwisuda, Torkis mengaku ada 6 orang terbaik mendapat apresiasi dari Bank BNI Cabang Panyabungan, 3 orang dari Prodi PAI dan 3 dari HES.
“Bantuannya berupa buku tabungan produk baru dari bank BNI berisikan saldo, itulah tadi diberikan kepada 6 orang mahasiswa terbaik kita,” ujarnya.
Kenaikan status STAIN ke IAIN
Ditanya sudah sampai mana proses pengalihan kenaikan status STAIN ke IAIN, Dr Torkis mengaku pengajuan sekaligus penyerahan berkas sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.
Empat bulan lalu, ia mengaku sudah dipanggil ke Jakarta bertemu dengan pakar dengan tujuan melengkapi berkas yang masih kurang.
“Sekarang kita masih menunggu giliran dari pusat, sebab masih ada universitas lain pengalihan status ke UIN. Mungkin dalam waktu dekat kita akan dipanggil kembali untuk tindak lanjut berikutnya karena masih ada 5 STAIN lagi di Indonesia yang mau peralihan ke IAIN termasuk Madina,” jelasnya.
Kembali ditanya, apakah bisa status IAIN itu langsung melompat ke UIN, Torkis menyatakan bisa, namun harus ada dukungan kuat dari pemerintah daerah, begitu juga keterlibatan dukungan politik yang kuat.
“Saya rasa itu tidak mustahil karena sudah pernah juga terjadi waktu saya di Malang. Dari STAIN Malang langsung ke UIN Malang. Mewujudkannya butuh kerja sama antara tokoh masyarakat, pemerintah daerah, partai politik beserta perantau asal Madina yang berpengaruh di Pusat,” hematnya.
Terakhir, Torkis menyatakan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Madina dalam menyukseskan peralihan status tersebut.
“Alhamdulillah dukungan dari Bupati, Wakil Bupati dan DPRD sangat baik. Kemarin kan kita terkendala di lahan. Menurut pantauan Pusat, lahan kita yang saat ini tidak wajar karena ada sungai, mereka tetap meminta di bangun di lahan lain,” imbuhnya
“Hasil koordinasi dengan Bupati kemarin memberikan solusi bahwasanya masih ada lahan milik Pemda daerah desa sarak matua panyabungan, itu nanti akan dihibahkan sebagian untuk pembangunannya. Bupati sudah mendukung. Mudah-mudahan DPRD juga mendukung agar prosesnya berjalan lancar,” tutup Dr Torkis. (MN-08)









