MADINA – Empat mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Mandailing Natal (Madina) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.
Mahasiswa dari Kabupaten Madina itu KKN bersama 700 orang mahasiswa KKN Melayu Serumpun dari berbagai PTKIN di Pulau Sumatera. Empat orang dari Madina itu KKN di Desa Simpang Kiri. Mereka bergabung dengan mahasiswa dari IAIN Langsa.
Mereka adalah Devi Rahma Sari Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis Syariah, Ahmad Rinaldi Ekonomi Syariah, Ahmad Mulki Lubis, Pendidikan Agama Islam dan Annisa Miftahul Prodi PGMI. Empat mahasiswa itu juga bergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madina.
Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dilakukan di aula Kantor Camat Tenggulun, Sabtu (20/7/2024) dihadiri unsur Forkopimcam Tenggulun dan dosen dari tuan rumah Melayu Serumpun.
Diketahui, peserta KKN Melayu Serumpun yang menempati posisi di Kecamatan Tenggulun terdapat 10 Kelompok dan mengisi 6 Desa. 4 diantaranya ditempati 2 kelompok dalam 1 Desa.
KKN Melayu Serumpun merupakan salah satu program unggulan yang diadakan setiap tahun. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mengembangkan kemampuan sosial dan profesional mahasiswa.
Ketua PC. PMII Madina Ahmad Rizal Nasution mengaku bangga kepada kader PMII dari STAIN Madina terpilih mengikuti KKN tersebut.
“Secara pribadi dan organisasi bangga karena mahasiswa dari STAIN Madina ditambah lagi kader PMII ikut KKN tersebut. Kita berharap ilmu yang diperoleh dari pengabdian masyarakat di Aceh Tamiang bisa diterapkan di Madina nantinya,” katanya.
Rizal juga berpesan agar empat orang mahasiswa tersebut mampu merebut bersaing secara sehat dalam menggali ilmu selama KKN berlangsung.
“Tunjukkan bahwa mahasiswa dari Kabupaten Madina itu mampu bersaing di manapun berada. Jalin komunikasi dan silaturahmi yang baik sesama mahasiswa. Semoga KKN berjalan lancar dan sukses,” harapnya. (FAN)












