Kondisi jalan Batu Bolang memprihatinkan

MADINA – jalan penghubung Tambangan Pasoman menuju Rao-rao dan Panjaringan yang lebih dikenal dengan jalan Batu Bolang kondisinya memprihatinkan. Hal ini disebabkan cuaca hujan dalam sepekan terakhir mengakibatkan jalan hancur ibarat kubangan kerbau, Rabu (28/8/2024)

Diketahui sebelumnya, jalan ini seringkali mengalami longsor dan menyisakan tanah material longsor disekitar jalan Batu Bolang, apabila musim hujan akan menyebabkan tanah menjadi encer dan menutupi jalan.

Kondisi jalan berlumpur sepanjang kurang lebih 20 meter ini sangat menyulitkan bagi warga yang ingin melewatinya, khususnya bagi pengendara motor.

Ada tiga desa yang terdampak akibat kondisi jalan ini, yaitu: Desa Rao-rao Lombang, Rao-rao Dolok dan Desa Panjaringan. Pantauan wartawan, nampak warga yang hendak melewatinya harus melepas alas kaki dan sesekali mendorong kendaraan, agar bisa melewatinya.

Muhamad Idris (31) seorang supir angkot mengaku merasa takut dan was-was ketika melewati jalan Batu Bolang, selain penuh dengan lumpur, di atas jalan batu Bolang adalah tebing yang sewaktu-waktu bisa longsor dan di sampingnya adalah sungai Tambangan yang bisa saja menyebabkan kendaraan terguling ke sungai.

“Takut tiba-tiba terjadi longsor dan kendaraan kita terguling ke sungai,” ujarnya.

Ditambahkan Rusdi Nasution (29) warga Desa Rao-rao Dolok, ia berharap kepada pemerintah kabupaten Mandailing Natal, khususnya Bupati untuk segera memperbaiki jalan berlumpur ini sebelum terjadi korban jiwa.

“Kami berharap kepada pemerintah kabupaten Mandailing Natal khususnya bapak Bupati, untuk sesegera mungkin menangani kondisi jalan ke kampung kami ini, sebelum ada korban,” harapnya. (SDL)