MADINA – Ketua Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Aga Hasibuan dengan tegas mengingatkan seluruh jajarannya di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan agar tetap tunduk pada aturan dan sumpah sebagai penyelenggara pemilu.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu saat pelaksanaan Apel Siaga dan Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Tahun 2024 di lapangan Masjid Agung Nur Ala Nur, Kecamatan Panyabungan, Minggu (10/12/2023) pagi.
Dalam kegiatan itu dihadiri semua pimpinan Bawaslu Madina, Ketua KPU Madina Muhammad Ihsan. Dari Pemkab Madina dihadiri Sekretaris Daerah Alamulhaq Daulay mewakili Bupati H.M Ja’far Sukhairi Nasution.
Sementara dari barisan Forkopimda dihadiri Waka Polres Madina Kompol Marluddin mewakili Kapolres AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq, Danramil 13 Panyabungan Kapten Inf A.K Harahap mewakili Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf Amrizal Nasution dan undangan lainnya.
Apel dimulai pukul 09.00 WIB dimulai pembacaan deklarasi oleh Kordinator Divisi OSDM dan Diklat, Adelin Putra SP dan diikuti oleh seluruh Partai Politik yang hadir.
Dalam amanatnya, Ali Aga Hasibuan berharap seluruh jajarannya mulai dari Kecamatan (Panwascam) dan penyelenggara tingkat desa dan kelurahan (PKD) bekerja sesuai petunjuk teknis (Juknis) dan peraturan yang ada.
“Kemudian kami harap semua rekan-rekan di lapangan jangan pernah mengeluh atas tugas-tugas yang diberikan dan yang saudara emban. Karena pada saat pelantikan kemarin saudara semuanya sudah disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” tegasnya.
Komisioner Bawaslu Madina dua periode ini kembali mengingatkan Panwascam dan PKD merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemilu. Dia harap ikrar yang sudah ditandatangani itu jangan diingkari.
“Janji kita harus kita pegang. Tidak ada kata, tidak ada bahasa mengeluh atas tugas yang saudara emban. Apakah saudara sekalian siap menjalankan tugas?,” ujarnya. Seluruh Panwascam dan PKD tegas menjawab siap.
Ali kembali menegaskan, dalam melaksanakan tugas menjelang pesta demokrasi, 14 Februari 2024, seluruh penyelenggara Bawaslu diharap tidak ada bahasa maupun tindakan yang membedakan peserta pemilu yang satu dengan yang lainnya.
“Semua peserta pemilu sama di depan Bawaslu, siap. Tidak ada anak kandung, tak ada anak tiri. Bawaslu juga tidak dimiliki segelintir orang. Bawaslu ini adalah milik bangsa dan negara yang bekerja sesuai aturan dan perundang-undangan. Kita harus mandiri, karena mandiri adalah prinsip penyelenggara pemilu,” ungkapnya.
Pantauan Mohganews, kata sambutan dari sejumlah tamu undangan pun berjalan dengan lancar. Dari Pemkab Madina dan TNI-Polri menyatakan kesiapan mengawal dan menyukseskan pemilu damai. (FAN)










