Kemenko Perekonomian RI Utus Tim UNDP ke Madina

0
55
Tim UNDP yang diutus Kementerian Perekonomian RI tiba di rumah dinas Bupati Mandailing Natal

MohgaNews|Madina- Kemenko Perekonomian RI mengutus tim United National Development Programme (UNDP) ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) guna mengeksplore dan meningkatkan produksi hasil bumi yang ada di Madina.

Tim yang diutus Kementerian yang dipimpin Darmin Nasution tersebut yaitu Bernard Ross (Inggris), James Lenoci (USA), John Kimani Kirari (Kenya), dan Pisca Tias (Indonesia)
Febroza Belda (Indonesia).

Kedatangan mereka disambut Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution di rumah dinas Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan, Sabtu (28/9)

Bupati Dahlan Hasan Nasution melalui Kepala Bidang Infokom Dinas Komunimasi dan Informatika Kabupaten Madina, Wildan Nasution kepada wartawan mengatakan, tim yang diutus Kemenko Perekonomian tersebut bertujuan untuk membenahi Kebun Kopi dan Sawit milik masyarakat, supaya menghasilkan buah yang lebih bermutu dan juga mengupayakan agar buahnya baik sawit maupun kopi lebih banyak produksinya.

“mereka ilmuwan tentang perkebunan sawit dan kopi, kedatangan mereka diharapkan bisa mengkaji agar nilai produktivitas dan segi kualitas sumber penghasilan masyarakat khususnya kebun sawit dan kopi bisa bertambah, ini sebagai upaya meningkatkan Perekonomian masyarakat,” kata Wildan.

Tim yang difasilitasi Kemenko Perekonomian itu juga dalam rangka menyiapkan program FOLUR (Food System, Land Use and Restoration) terkait dengan perbaikan dan penguatan sistem produksi komoditas kopi dan sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Madina.

Pada kesempatan itu, Bupati Dahlan Hasan Nasution mengusulkan kiranya Gula Aren juga diperhatikan produktivitasnya. Karena, Dahlan menyebut gula aren dari Madina cukup bagus mutunya.

“mutu gula aren dari Madina amat bagus, kiranya ini juga perlu kita perhatikan bagaimana supaya dapat meningkatkan produksi. Pohon aren ditanami seperti sawit agar produksinya mencukupi dan bibitnya diambil dari Bogor yang dihasilkan oleh para Ahli, dan hanya usia 4,5 tahun sudah bisa disadap,” kata Dahlan. (MN-01)