Kebakaran Lahan di Batahan, Warga Tinggalkan Rumah

Batahan| Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Sinunukan VI Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu (14/02/2021) menyebabkan puluhan Keluarga di Desa tersebut mengungsi di rumah warga lainnya di Desa itu juga yang jauh dari titik api.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut, hingga saat ini pihak berwajib masih terus melakukan penyelidikan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Yasir Nasurion menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati mengingat kebakaran yang terjadi bukan hanya di permukaan tanah, melainkan di lahan gambut.

Kepala BPBD Kabupaten Madina, Muhammad Yasir Nasution

“laporan dari tim kita di sana, ada puluhan warga yang mengungsi di rumah warga lain di desa itu juga. karena takut api merambat ke pemukiman mereka. Saat ini api sudah padam, tapi karena lahan gambut kita masih terus pantau,

“Kami mengimbau masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati, begitu juga dengan tim penanganan yang masih berjuang di lapangan hingga saat ini. Mengingat api bukan hanya dipermukaan, melainkan di lahan gambut. Seperti yang kita ketahui, resiko api menjalar sangat tinggi di lahan gambut karena api masih bisa menjalar dari bawah,” terang Yasir yang dikonfirmasi MohgaNews, Senin (15/2/2021) melalui seluler.

Yasir mengingatkan kepada semua pihak agar selalu menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan, seperti membuang puntung rokok dan membakar sampah di sembarang tempat dan sejenisnya.

“Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan. Untuk itu kita mengingatkan kepada semua pihak terutama yang berada di kawasan lahan kering rawan kebakaran agar selalu menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan. Seperti membuang puntung rokok, membakar sampah sembarangan atau bahkan dengan sengaja membakar lahan untuk suatu kepentingan. Ingat, bukan satu-dua nyawa yang menjadi taruhan,” tegas Yasir.

“Sejauh ini tidak ada korban jiwa, dan dilokasi sudah ada posko kesehatan untuk masyarakat,” pungkas Yasir.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Minggu sekitar pukul 14:00 di Desa Sinunukan VI, Batahan dengan luas areal terbakar 8-10 hektar di beberapa titik dan hampir merambat ke pemukiman warga dengan hanya berjarak 40 meter dari titik api.

Hingga saat ini tim penanganan yang terdiri dari Pemkab Madina, Manggala Agni, polsek Batahan, Koramil 20 Batahan, Muspika dan pemerintahan desa serta beberapa perusahaan di kawasan Pantai Barat masih berada di lokasi untuk memadamkan titik api maupun kepulan asap yang dikhawatirkan dapat menyebar. (MN-07)