MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memutuskan meniadakan karnaval HUT ke 79 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024. Informasi ini pun mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, bahkan ada yang merasa keberatan.
Selain sebagai ajang hiburan, karnaval ini biasanya menjadi ladang usaha bagi masyarakat, misalnya jasa tata rias make-up dan penyewaan pakaian adat, belum lagi bagi para masyarakat pedagang.
Ernida Hasibuan saat ditemui Mohganews mengaku kecewa atas keputusan yang dikeluarkan oleh Pemkab Madina itu. Ibu tiga anak ini meminta panitia agar secepatnya merevisi keputusan tersebut.
“Kami mohon pemerintah daerah mengkaji ulang, karena karnaval ini salah satu cara merayakan kebahagiaan menyambut hari kemerdekaan yang diisi dengan kegiatan positif, mengenalkan adat budaya nusantara, belum lagi dari sisi ekonominya,” katanya, Selasa (6/8/2024).
Ummu Atiah, warga lainnya juga mengaku tidak merasa keberatan soal biaya yang akan dikeluarkan untuk pakaian dan makeup anaknya.
“Melihat anak kita tampil orang tua pasti senang dan bangga. Memang butuh biaya, tapi itu sudah tanggungjawab orang tua,” ucapnya
Sementara Ketua Panitia HUT ke 79 RI di Madina, Alamulhaq Daulay yang juga menjabat Sekda Madina itu tidak pernah merespon saat hendak dikonfirmasi.
Informasi yang beredar, Pemkab Madina meniadakan acara karnaval di tingkat Kabupaten dan terkhusus Kecamatan Panyabungan untuk mengantisipasi terjadinya keributan antara sesama pemuda seperti peristiwa hari besar yang terjadi tahun lalu. (FAN)








