MADINA, Mohga – eks Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia Prof Todung Mulya Lubis melakukan perjalanan pulang kampung ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara.
Todung Mulya Lubis saat ini diberikan amanah sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Madina, untuk membantu akselerasi pembangunan di kampung asalnya itu.
Salah satu wilayah yang ia kunjungi Kecamatan Batahan dan Kecamatan Natal. Natal ini berada di wilayah Pantai Barat dan berbatasan langsung dengan lautan Samudera Hindia.
Todung Mulya Lubis berkunjung ke Batahan dalam rangka meninjau langsung lokasi rencana budidaya Lobster Mutuara di Pulau Tamang dan Teluk Ilalang Batahan. Kemudian meninjau pelabuhan Palimbungan Ketek yang di masa pemerintahan Bupati Dahlan Nasution pernah diajukan menjadi Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan beberapa agenda lainnya.
Dari Natal rombongan yang didampingi Kadispora, Kadis Perikanan, dan Kadis perhubungan Madina tersebut menggunakan kapal Patroli KPLP- KKP, perjalanan sedikit terganggu akibat hidraulik kemudi kapal mengalami kebocoran sehingga sekitar setengah jam rombongan terkatung-katung di tengah laut menunggu perbaikan oleh kru Kapal Patroli. Dari kondisi pisik kapal kelihatan sudah tidak layak pakai melihat luasnya lautan yang harus mereka amankan.
“Keluar dari pelabuhan kecil Natal menuju Pulau Tamang, kapal patrols milik Kementetian mengalami kerusakan pada kemudi. Kemudinya tak berfungsi. Setelah diperbaiki, tetap saja tak berfungsi, kami pindah ke kapal nelayan yang super sederhana tapi nyaman. Kami bisa meluncur ke Batahan untuk menikmati seafood setelah membayangkan potensi ikan laut utamanya lobster mutiara,” tulis Todung Mulya Lubis di beranda media sosialnya, Sabtu (29/7/2023)
Irwan Daulay, tokoh masyarakat yang ikut mendampingi Todung Mulya Lubis membenarkan adanya kendala pada saat mereka berada di tengah laut menuju Pulau Tamang.
“Alhamdulillah dengan cepat bisa tertangani. Untuk kenyamanan perjalanan rombongan dijemput oleh Camat Batahan ke Pulau Tamang dengan kapal yang lebih bagus, meskipun kapal nelayan namun lebih nyaman dan sejurus menghilangkan kegalauan rombongan yg sempat terombang ambing,” terang Irwan Daulay kepada mohganews. (MN-01)






