Kadin dan HIPMI Bahas Ekonomi Daerah Bersama Bupati Madina

0
578

PANYABUNGAN, – pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemui Bupati, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution, Selasa (24/8/2021)

Terlihat hadir Ketua Kadin, Bahran Daulay dan Ketua HIPMI, Zainal Arifin beserta pengurus masing-masing organisasi. Kunjungan mereka diterima Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Gozali Pulungan

Dalam keterangannya, Bahran Daulay menyebut kedatangan mereka menemui Bupati Madina guna mempererat silaturahmi. Sebab, Kadin lahir dan difungsikan sebagai wadah komunikasi pengusaha Indonesia dengan pemerintah yang berkaitan tentang perdagangan dan perindustrian.

“Alhamdulillah sambutan Bupati cukup baik. Kita tadi banyak membahas seputar perekonomian masyarakat. Beliau berharap pengusaha lokal agar diberdayakan agar perekonomian masyarakat dapat tertolong,” kata Bahran

Ditambahkan Ketua HIPMI, Zainal Arifin. Ia memandang di bawah kepemimpinan Sukhairi-Atika peningkatan perekonomian akan terwujud bila Pemerintah mulai dari tingkat Kepala Desa hingga Kepala Daerah mau mendorong dan mendukung segala potensi usaha yang sifatnya positif dan berkelanjutan.

“Termasuk peluang usaha tadi sudah kita sampaikan kepada pak Bupati, pada intinya harus memberdayakan para pengusaha lokal. Contohya di desa. BUMDes ini sangat bagus jika dikelola dengan baik. Pastinya akan bermanfaat dan berdampak pada Prekonomian masyarakat. Kemudian, kita memandang perusahaan banyak sekali di Madina, ini harus kita manfaatkan investasi mereka, secara langsung ini juga akan menambah PAD,” terang Zainal.

Terkait kunjungan itu, Bupati menilai Kadin dan HIPMI mempunyai nilai tersendiri bagi Pemerintah Daerah, sehingga kedua organisasi ini sangat strategis dan dibutuhkan perannya mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Daerah siap berkolaborasi mengembangkan bisnis dan peluang usaha. Bila HIPMI dan Kadin mampu menggiring anak-anak muda Madina untuk menjadi entrepreneur maka akan tercipta lapangan kerja baru dan perputaran perekonomian semakin meningkat,” ujarnya.

Sukhairi melihat keberadaan perusahaan di Madina jangan menjadi ketergantungan, ia hanya meminta hal pertama yang harus dibenahi tentang kemandirian usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan. (MN-08)