MUARA BATANG GADIS,- Pemerintah Desa Hutaimbaru Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyurati Bupati, Muhammad Jafar Sukhairi Nasution terkait kerusakan beberapa fasilitas umum dan rumah warga akibat bencana alam banjir dan longsor yang terjadi pada 18 Desember 2021 lalu.
Kepala Desa Hutaimbaru, Sakti Pulungan menyebut, beberapa fasilitas yang rusak berat tersebut sudah dilaporkan kepada Bupati berbentuk surat dengan nomor 141/392/kd-hb/XII/2021, seterusnya ditembuskan kepada Kepala BPBD Madina, DPRD dan Camat MBG.

Dalam surat itu, ada 10 poin laporan yakni terjadinya abrasi di pinggir sungai Desa Muara Parlampungan menyebabkan sungai parlampungan semakin dekat dengan pemukiman warga sekitar kurang lebih 70 meter jarak sungai dengan SD Negeri 388.
SD Negeri mengalami rusak berat dan mobiler sekolah 80 persen hanyut beserta barang inventaris sekolah banyak yang rusak. Pokesdes mengalami kerusakan yang mengakibatkan warga yang mau berobat belum bisa ke tempat itu. Pemandian umum mengalami rusak ringan. Rumah warga hanyut 1 unit, rusak berat 33 unit, rusak ringan 8 unit dan kehilangan peralatan dalam rumah 152 unit.

Kemudian, fasilitas masjid rusak dan hanyut termasuk al-quran, sajadah, yasin, ampile dan 1 unit mushallah hanyut. Lampu tenaga surya 80 persen tidak bisa dipergunakan lagi sehingga anak-anak tidak bisa belajar dan mengaji pada malam hari di rumah. Mobiler Paud dan Madrasah Hanyut. Lahan pertanian masyarakat Hutaimbaru 100 persen gagal panen serta ternak warga mengalami kematian.

“Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik bagi kami,” ucap Sakti mewakili masyarakatnya, Senin (10/1/2021).
Sebelumnya, Pemerintah Daerah pasca bencana alam di Wilayah Sulangaling terdiri dari 4 desa yaitu Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II dan Ranto Panjang telah dikunjungi untuk melakukan pendataan kerusakan dan penyaluran sembako terhadap masyarakat. (MN-08)






