TAMBANGAN, – Jalan penghubung dari Laru Tambangan menuju Panjaringan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin parah dikarenakan tidak pernah disentuh pembangunan maupun perbaikan mulai tahun 2006. Akses jalan rusak itu ditemukan mulai dari Laru hingga ke Desa Tambangan Jae. Lalu, dari Desa Rao-Rao Dolok menuju Panjaringan.
Kritikan kerusakan jalan tersebut sudah sering disuarakan mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Tambangan.
Misalnya Hamka Lubis. Mahasiswa ini meminta Pemerintah Kabupaten Madina tidak menutup mata atas kerusakan infrastruktur jalan di wilayah kecamatan Tambangan.
“Kami sangat membutuhkan pembangunan jalan karena ini berkaitan dengan urat nadi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan warga bernama Suaib Nasution. Kata dia, kerusakan jalan di Tambangan sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madina, Rully Andry ST kepada MohgaNews, Rabu (30/6/2021) mengatakan
Ia menyebut pembangunan jalan ke Tambangan semestinya dikerjakan tahun ini. Namun, karena situasi pandemi Covid-19 anggaran mengalami refocusing
“Harusnya tahun ini dikerjakan tetapi karena masih pandemi Covid-19 anggaran terkena refocusing. Kita tetap akan prioritaskan pembangunannya, tahun depan (2022) akan dikerjakan dengan alokasi anggaran yang diusulkan sebesar Rp 3,7 miliar. Kita doakan saja tidak ada kendala karena usulannya sudah diterima kementerian PUPR,” jelasnya.
Selain itu, Rully menyebut Dinas PUPR telah mengusulkan perbaikan jalan akses dari Aek Godang Parbangunan menuju Tambangan. Total anggaran yang diusulkan untuk akses jalan ini sebesar Rp 3 miliar
“Soal tanjakan setelah jembatan yang baru dibangun makin parah, kita akan carikan solusi kebijakan memperbaiki jembatan tersebut dalam waktu dekat,” ungkapnya. (MN-16)






