MADINA, Mohga – warga Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh karena jalan penghubung Kecamatan Natal dengan Kecamatan Batahan semakin rusak
Panjang jalan akses penjangkau dua kecamatan itu sekitar 20an kilometer. Yang sudah diaspal atau jalan hotmix baru sekitar 10 kilometer sedangkan sisanya masih jalan tanah. Jalan tanah ini masuk kawasan Kecamatan Batahan.
Saat ini, kondisi jalan yang masih berupa tanah itu sekitar 5 kilometer mengalami rusak parah. Jalan berlobang dan ditutupi air ibarat kolam kecil. Bahkan kedalaman lobang pada jalan itu mencapai satu meter, sehingga warga khususnya Batahan mengalami kesulitan melewati jalan. Sementara jalan ini akses utama warga sekitar untuk semua kebutuhan khususnya mengangkut hasil bumi di wilayah itu.
Iyal, warga Batahan yang bekerja sebagai along-along minyak kepada mohga mengeluhkan kesulitannya akibat jalan rusak itu.
“dengan bermuatan seperti ini Kami para along-along minyak Butuh tenaga extra untuk menempuhnya, sekali lengah bisa berbahaya,” ucapnya, Kamis (2/2/2023) di lokasi jalan rusK
“Kalau siang kami masih bisa menghindari lobang jalan. Tapi terkadang kami melintas malam. Ini yang sulit, kami sudah sering jatuh kecelakaan di sini,” keluhnya lagi
Aris, yang juga bekerja sebagai along-along menyebut informasi pembangunan jalan tersebut sudah sering terdengar tapi tak kunjung dibangun.
“Kami sudan sering dapat pemberitahuan jalan ini akan dibangun aspal, tapi sampai sekarang belum ada, sementara jalan semakin hancur,” ujar Aris
Selain itu Aris berharap kepada pemerintah agar pembangunan jalan tersebut disegerakan.
“Harapan kami kalau bisa pembangunan jalan ini dipercepat, yang kita prihatinkan anak-anak Batahan yang sekolah ke Natal. Tak jarang mereka terpaksa pulang balik kanan ke rumah karena jatuh pakaiannya kotor semua, dan tidak sedikit pula kereta mereka yang rusak saat menempuh jalan rusak ini,” tutupnya. (MN-14)






