PENULIS ingat betul dengan judul tulisan ini. Kalimat yang pernah diungkapkan oleh H. Muhammad Reza Chairul Akbar tahun 2022 lalu ketika sedang acara “Mangopi Jolo”, makan bersama dengan teman-teman wartawan pengurus PWI Kabupaten Madina. Waktu itu pria yang akrab saya sapa dengan Bang Haji ini masih menjabat Kapolres Madina, dan sekarang diamanahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit menduduki jabatan sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menggantikan Kombes Pol Dwi Nur Setiawan. Program Mangopi Jolo cukup aktif sewaktu beliau dinas di Madina. Mangopi Jolo singkatan dari Mari Ngobrol antara Polisi dengan Jurnalis Lokal
Selama menjabat di Madina, program yang dibuat AKBP Reza tergolong manjur dan sukses. Awal dia bertugas dihadapkan dengan angka capaian vaksinasi COVID-19 di kalangan masyarakat terendah di Sumut. Berkat komunikasi yang baik dengan semua stakeholder sehingga bisa meyakinkan masyarakat mengikuti program pemerintah itu, hingga Madina bangkit dan menjadi acuan bagi beberapa daerah lain di Sumut dalam capaian jumlah vaksinasi. Di sisi lain, kedekatannya dengan masyarakat juga membawa dampak positif dalam menjalani tugas menjaga Kamtibmas. Terbukti dengan keringanan langkahnya menghadiri undangan dari kelompok masyarakat baik dalam suasana riang gembira maupun dalam suasana duka. Pun di dalam internal manajemen organisasi, Reza beberapa kali menerima penghargaan dari lembaga lain sebagai Polres Terbaik, termasuk dari Ombudsman Provinsi Sumatera Utara.
Ayah dari dua orang anak ini mengatakan, untuk meminimalisir tindakan pelanggaran hukum, peran aktif masyarakat sangat diperlukan, karenanya ia berpesan agar masyarakat dapat menjadi Polisi Bagi Diri Sendiri. Maknanya adalah, menyadarkan diri kita sendiri agar tidak menjadi pelaku kejahatan pelanggaran hukum, dan menjaga diri supaya tidak menjadi korban dari tindak kejahatan.
“Caranya adalah dengan melaporkan semua potensi kejahatan disekitar kita, apabila ada yang mengetahui terjadi pelanggaran hukum, segera laporkan kepada personel kepolisian, kantor polisi terdekat, atau bisa langsung menggunakan aplikasi “Mangalapor pak Kapolres”. Kemudian masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban kejahatan,” kata Reza saat itu
Hari ini, Senin 21 April 2025, qadarullah kembali dapat ketemu dengan Bang Haji, di ruang kerjanya, di gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, bertepatan ada teman-teman wartawan dari Kota Padang yang juga mau silaturahmi sama beliau. Ada dari media Harian Singgalang dan Kumparan (Langgam.id). Haji Reza masih seperti dulu, suka ngopi dan diskusi pada waktu senggang.
“Kalau pagi sampe siang kegiatan pasti sibuk, mendampingi Pak Kapolda, kemudian tugas-tugas di kantor. Paling kalau sore baru bisa sedikit longgar. Apalagi saya baru beberapa hari di sini, masih perlu banyak diskusi termasuk dari teman-teman media, bagaimana kita bisa wujudkan program Polantas Rancak Bana,” katanya
Yah, AKBP Reza, dirlantas Polda Sumbar yang baru ini membuat tagline ‘Polantas Rancak Bana’, sama sewaktu dia bertugas di Polres Madina, tagline-nya adalah ‘Polres Madina Madani’.
Tagline yang dibuat anak sulung dari Brigjen Pol (Purn) Muhammad Zulkarnain ini tak sekadar hanya kalimat semata. Kalimat Rancak Bana memiliki makna yang sangat dalam bagi Polantas di Sumbar saat menjalankan tugas.
Di antaranya penggalan kata “Ran” memiliki arti bahwa Polantas di Sumbar harus berperan aktif, kreatif dan inovatif. Sedangkan kata “Cak” yakni Polantas di Sumbar harus cakap dalam menyelesaikan seluruh permasalahan secara profesional, proporsional, dan prosedural.
Sementara kata “Ba” adalah Polantas di Sumbar harus bahagiakan keluarga dan masyarakat. Berikan pelayanan prima, tulus dan ikhlas. Dan untuk kata ‘Na’ adalah nawaitu, seluruh Polantas di Sumbar harus jadikan tugas yang diemban sebagai amal ibadah.
Tak salah bila penulis selama ini bilang bahwa suami dari Ny. Rina Reza ini tergolong sebagai polisi yang humanis dan responsif. Ia senang menerima masukan-masukan dari masyarakat, pun saat mendengar informasi yang disampaikan rekan wartawan dari Kota Padang. Terkadang kami tertawa bingar di dalam ruangan itu, terkadang pula muka serius, hingga kami menutup pertemuan dengan salat magrib berjamaah, Bang Haji sebagai imam, dan saya, rekan wartawan, juga beberapa personel Ditlantas sebagai makmum di mushalla gedung putih biru itu, lalu silaturahmi kami tutup dengan makan malam bersama.
Selamat bertugas di tempat baru dan semoga sukses Bang Haji. Tebarlah kebaikan di seluruh penjuru negeri.
Muhammad Ridwan Lubis, S.Pd.I, M. Sos (cand)
Pemimpin Redaksi Mohganews/Ketua PWI Kab. Madina






