ini Data dan Jumlah Kerugian Banjir di Mandailing Natal

PANYABUNGAN,- bencana alam banjir dan longsor melanda 16 Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada 18 Desember 2021lalu saat ini memasuki tahap pemulihan.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Subuki Nasution, Senin (24/1/2022) diruang kerjanya.

“Estimasi kerugian yang kita hitung akibat dampak bencana alam banjir dan longsor pada beberapa Kecamatan di Madina sekitar 108 miliar,” katanya.

Subuki mengaku, saat ini Pemkab Madina masih melakukan penghitungan kerugian pada beberapa kerusakan termasuk sekolah, rumah warga dan lainnya.

“Sedang kita hitung data kebutuhan masing-masing pada setiap jenis kerusakan. Setelah itu baru kita usulkan ke Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ucapnya.

“Selaku Kepala BPBD berharap kepada masyarakat khususnya terhadap korban terdampak banjir agar tetap sabar sampai bantuan itu secepatnya disalurkan. Dan, kami mohon kita semua selalu berdoa agar musibah tersebut tidak terulang kembali,” harapnya.

Saat kunjungan ke Wilayah Sulangaling, Bupati H Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution juga mengaku peristiwa ini masuk kategori bencana alam terparah di Madina.

“Ada 500 jumlah kerusakan akibat bencana ini termasuk rumah rusak ringan dan berat. Kemudian, kerusakan bangunan sekolah dan mobiler, kerusakan jembatan serta mengakibatkan 3 orang korban jiwa meninggal. Selain usulan ke BNPB, dana Biaya Tak Terduga (BTT) kita alokasikan untuk mengatasi peristiwa ini,” ungkap Sukhairi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Syahnan Pasaribu merilis jumlah lokasi terdampak banjir berada pada 16 Kecamatan dengan rincian 74 Desa.

16 Kecamatan itu diantaranya Panyabungan, Panyabungan Barat, Panyabungan Utara, Panyabungan Timur, Panyabungan Selatan, Hutabargot, Nagajuang, Siabu, Kotanopan, Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Natal, Batahan, Muara Batang Gadis dan Sinunukan. (MN-08)