MADINA, Mohga – masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diingatkan agar lebih hati-hati. Belakangan ini prostitusi online mulai menjamur di kalangan masyarakat melalui aplikasi android bernama MiChat.
Pantauan MohgaNews, ada puluhan orang warga pengguna aplikasi MiChat yang diduga untuk keperluan prostitusi online. Dengan memakai caption atau keterangan di profil ‘BO’ atau by order. Istilah BO ini istilah yang tak asing lagi di dunia prostitusi online.
Akun tersebut berada radius 1-2 kilometer dari nama-nama hotel yang mereka tawarkan sebagai tempat layanan jasa berkencan dengan pria hidung belang.
Beberapa warga yang mencoba menghubungi pengguna aplikasi dengan memajang foto wanita tersebut mengaku menerima layanan di hotel dengan tarif di kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Ironisnya lagi, penyedia jasa layanan ini juga menawarkan anak-anak yang masih berstatus pelajar sekolah.
Situasi ini tentu saja bertolak belakang dengan julukan Kabupaten Madina sebagai kota santri.
Beberapa kali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melalukan operasi penyakit masyarakat ke tempat hiburan malam dan hotel. Namun, penyelidikan tentang pengguna MiChat tidak kunjung tersentuh.
Aktivis Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madina, Amarullah Nasution berpendapat, Pemkab Madina beserta penegak hukum perlu melakukan tindakan yang serius sebelum generasi penerus ataupun anak-anak gadis yang masih sekolah terlibat dalam transaksi lewat MiChat.
”Kiranya pemerintah daerah bersama institusi penegak hukum melakukan penyelidikan masalah prostitusi online ini. Kita khawatir bila ini tidak diseriusi generasi kita bisa hancur. Yang paling kita takutkan anak sekolah jadi korban kejahatan seksual,” kata Amarullah
Amar mengimbau kepada para orang tua agar memeriksa Handphone anaknya tentang aplikasi tersebut. Apabila aplikasi telah digunakan, maka bahaya besar untuk masa depan akan rusak.
”orang tua perlu memeriksa Handphone anaknya masing-masing, apalagi yang masih sekolah. Kita harus berhati-hati dalam mengantisipasi kenakalan remaja saat ini, karena handphone menjadi salah satu penyebab kejahatan, apabila si anak tidak bisa mengendalikan,” pesannya. (MN-08)









