MADINA – Calon Bupati Madina nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution mengunjungi pasar baru Panyabungan guna bertatap muka dan mendengar aspirasi pedagang, khususnya pedagang produk UMKM dari Mandailing, Senin (14/10/2024)
Kedatangan Harun Mustafa disambut riang gembira para pedagang dan pembeli. Mereka nampak antusias bersalaman dengan calon bupati yang bertepatan didampingi pimpinan pondok pesantren Mustafawiyah Purba Baru, H. Mustafa Bakhri Nasution, abang kandung calon bupati Harun Mustafa.
Harun bersama rombongan langsung menuju kios UMKM bernama Toge Taing Tumpat, penganan tradisional asal Mandailing yang sudah populer dan dikenal masyarakat luas, lalu mencicipnya bersama masyarakat dan pedagang yang kumpul di situ. Kemudian Harun dan rombongan berkeliling di pasar baru Panyabungan dari lantai pertama menuju lantai dua menyapa para pedagang. Seketika itu suasana menjadi riuh. Pekik “On Ma bupatinta” pun terdengar dari semua sudut. Selanjutnya Harun Mustafa tampak berdiskusi dengan para pedagang, terutama pedagang produk UMKM asli Mandailing seperti: toge, kipang, keripik, kue dan produk asli Mandailing lainnya. Harun juga nampak memborong dagangan produk UMKM.
Selain menyampaikan keluhan mereka seputar pasar baru Panyabungan sejak di-launching hingga saat ini, terutama soal sepi pembeli. Para pedagang juga menyampaikan siap memilih pasangan Harun-Ichwan pada tanggal 27 November nanti.
“Semenjak pasar ini dibuka sampai sekarang pembelinya sepi. Barang jualan kami tidak laku, jangankan cerita keuntungan, modal saja payah kembali. Beginilah kondisi kami, pak. Harapan kami ke depan apabila bapak menjadi bupati, mohon pasar baru ini menjadi perhatian, karena kami merasa tidak ada upaya pemerintah hadir untuk mempromosikan pasar baru ini,” keluh Azizah, salah satu pedagang di hadapan Harun Mustafa
“Kalau kondisinya begini terus, kami tidak sanggup lagi membayar sewa kios ke pemerintah. Mohon perhatikan kami pedagang ini, pak,” timpal pedagang yang lain.
Menanggapi keluhan pedagang, Harun Mustafa Nasution mengaku kaget melihat kondisi pasar baru Panyabungan yang geliat transaksi jual belinya lesu, padahal pemerintah sudah mengucurkan anggaran besar untuk pembangunannya sejak mengalami kebakaran tahun 2018 yang lalu
“Pas tadi masuk ke sini saya juga kaget, pasar ini kok sepi, padahal bangunan dan tata gedung sangat mendukung. Saya datang bertatap muka dengan bapak ibu untuk mendengar dan melihat langsung kondisi riilnya,” kata Harun, wakil ketua DPRD Sumut periode 2019-2024 yang lalu.
Harun menjelaskan, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian besar khususnya bagi pemerintah daerah, karena pasar adalah salah urat nadi perekonomian masyarakat
“Apabila kami diberi mandat memimpin Madina, kami akan lakukan promosi pasar baru Panyabungan, salah satunya dengan cara menggelar berbagai event yang bisa membangkitkan perekonomian. Soal sewa kios dan toko nanti kita juga akan buat kajian. Kalau pasar kita ramai dan pedagang merasa puas saya kira tidak ada persoalan sewanya besar, tapi kalau situasinya sepi begini, jangankan untuk sewa, untuk kebutuhan hidup pedagang saja susah. Ini harusnya menjadi kajian pemerintah daerah agar masyarakat kita bisa terbantu,” kata Harun disambut tepuk tangan meriah juga teriakan “Onma Bupatinta” dari ratusan pedagang. (FAN)












