Panyabungan| pemilik pabrik pengolahan tempe dan tahu di Mandailing Natal (Madina) tepatnya di Kelurahan Kotasiantar Kecamatan Panyabungan mengeluhkan harga kacang kedelai mengalami kenaikan harga mencapai Rp 10 ribu perkilogram.
Akibat dari kenaikan bahan dasar pembuatan tempe dan tahu tersebut, ukuran produksinya dikurangi (diperkecil) agar harga jual tetap sama dengan harga sebelumnya.
Informasi diperoleh MohgaNews dari pemilik pabrik tempe, Bambang Riadi (35) di banjar borotan Kotasiantar, ia menyebut kenaikan tersebut dimulai pada bulan Desember 2020 lalu.
“Harga kacang kedelai semakin tinggi dimulai sebulan yang lalu, sebelumnya harga masih dikisaran Rp 8 ribu perkilogram, kini telah naik di angka Rp 10 ribu perkilogram (Rp 500 ribu persak),” ujar Bambang di pabrik tempenya, Jum’at (8/1/2021).
Pria yang menggeluti usaha pabrik tempe yang berjalan selama 10 tahun ini mengaku harga kacang kedelai baru ini yang tinggi, kata dia, penjualan masih tetap seperti biasanya, namun ukuran tempe dikurangi.
“Dalam sebulan, saya menghabiskan 1 ton kacang kedelai yang di pasarkan di pasar Maga, Laru dan pasar Kotanopan. Harga masih tetap sama Rp 800 per biji, beratnya saya turunkan, biasanya dalam 1 tempe ukurannya 1,5 gram, ini saya ubah menjadi 1 gram,” ungkapnya
Saat disinggung masalah penjualan, Bambang mengaku tidak ada penurunan penjualan, namun, ia berharap agar kacang kedelai agar kembali normal.
“Saya membeli kacang kedelai dari pemilik pabrik tempe di Madina ini juga, semua harga tetap sama dan kami kompaki agar penjualan tidak menurun,” tutupnya. (MN-08)






