MADINA, Mohga- U (21) seorang gadis yang diduga kuat sebagai pelaku pengubur mayat bayinya sendiri di pekarangan rumah di Aek Galoga Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Panyabungan.
Ia terkurung di dalam kamar Kenanga nomor 2, salah satu ruangan persalinan untuk mendapat perawatan. Wartawan mohganews yang hendak menemuinya pada Minggu (8/72023) tidak diizinkan masuk dan pintu ruangan itu dikunci dari dalam kamar. U di dalam kamar ditemani keluarga dekatnya saja, seperti ayah, ibu, dan saudara kandungnya.
Informasi diperoleh, U dirawat di RSUD Panyabungan sejak hari Jumat (7/7/2023) kemarin
Salah seorang perawat di ruang persalinan mengatakan U sudah menjalani operasi penjahitan pasca partus. Dia mendapat perawatan sama persis dengan pasien lainnya yang baru saja melahirkan.
“Saya lihat pasien kita yang itu sadar tapi masih agak pucat dan lemas. Kemarin sudah dioperasi dan saat ini tinggal penyembuhan. Biasanya hari ketiga sudah diperbolehkan pulang dan selanjutnya mereka akan kontrol ke rumah sakit ini,” katanya, Sabtu (8/7/2023).
Perawat tersebut tidak bisa berbicara jauh soal pasien U. Dia juga mengaku tidak tahu apa-apa soal masalah yang viral belakangan ini soal penemuan bayi dikubur di Madina.
“Penting ada pasien kita layani dengan baik. Mungkin lebih pas tanya perawat yang bertugas pagi hari,” jelasnya.
Pantauan di RSUD Panyabungan, personel Reskrim Polres Madina dari Unit PPA ikut serta melakukan pendampingan bagi U.
Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Aek Galoga inisial U (21) telah mengaku kepada penyidik Satreskrim Polres Madina bahwa bayi tersebut adalah miliknya yang dilahirkan secara normal tanpa bantuan petugas medis.
U kepada penyidik mengaku bayi itu dilahirkan sudah tidak bernyawa dan selanjutnya dilakukan penguburan di depan rumah mereka menggunakan sendok semen.
Peristiwa ini terbongkar akibat kecurigaan oleh ayahnya U sendiri. Pada Rabu (5/7/2023) sekitar pukul 18.00 WIB, ayah U bernama AN (58) sepulang kerja curiga dengan gundukan tanah yang berada di pekarangan rumah mereka itu. (MN-08).












