GP Ansor: Dinas Kesehatan Madina Jangan Paksa Siswa Suntik Vaksin Yang Mengandung Babi

0
383
suntik vaksin di salah satu sekolah, sementara GP Ansor meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal tidak memaksakan siswa untuk mengikuti suntikvaksin MR karena mengandung bahan babi

MohgaNews|Madina – Gerakan Pemuda Ansor meminta Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak memaksakan siswa sekolah mengikuti vaksin MR dikarenakan vaksin tersebut menggunakan bahan babi, sebab hukumnya sudah jelas haram.

Ketua GP Ansor Kabupaten Madina, Ahmad Rijal Lubis kepada MohgaNews, Jumat (31/8/2018) mengatakan, berdasarkan fatwa MUI pusat yang menerangkan bahwa vaksin MR menggunakan bahan babi, dan haram hukumnya menggunakan vaksin MR kecuali dalam keadaan darurat.

Di sisi lain, Rijal menyebut pihaknya mendapat laporan informasi dari masyarakat bahwa bidan desa terus melakukan suntik vaksin MR ke sekolah dengan alasan mereka (bidan) ditekan pimpinannya untuk tetap melaksanakan suntik vaksin tersebut.

“Kami mendapat informasi, bidan desa tetap melaksanakan suntik vaksin MR padahal itu sudah jelas haram karena mengandung bahan babi sesuai fatwa MUI Pusat. Karena itu, kami meminta dinas kesehatan jangan memaksakan program tersebut tetap jalan, karena ini bisa mengundang gejolak di tengah-tengah masyarakat, apalagi kalangan orangtua juga sudah menolak itu,” ujar Rijal.

Ia juga berpesan, dinas kesehatan agar mengedepankan sosialisasi terlebih dahulu sebelum menjalankan program tersebut.

“Alangkah bagusnya disosialisasikan dulu sebelum dilaksanakan, bukan dengan cara memaksakan siswa untuk mengikuti program ini. Kita paham, ini program nasiona,tapi kita dengan tegas menolak jika ada unsur paksaan,” tegasnya. (MN-01/Rel)