Eksotis Pulau Tamang Mandaililing Natal Sekejap Hilang

BATAHAN, – Desa Pulau Tamang, sebuah desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) yang memiliki keindahan alam yang dapat memukau setiap pengunjung. Desa ini berada di sebuah pulau dan salah satu destinasi wisata masyarakat Kabupaten Madina. Dan, tak jauh dari Pulau Tamang ada pelabuhan Palimbungan yang menambah nilai keindahan di wilayah itu

Namun, di sisi lain, keindahan alam Pulau Tamang sekejap sirna pada malam hari. Hal ini disebabkan Pulau Tamang belum dialiri listrik PLN. Penghuni pulau Tamang hanya sebagian memiliki mesin genset untuk mendapat penerangan, sedangkan sebagian besar penduduk bertahan dengan hanya lampu seadanya.

Sekretaris Desa Pulau Tamang, Irsad Husein menjelaskan, keindahan Pulau Tamang yang tak kalah dengan keindahan tempat wisata di Bali itu hanya bisa dilihat di siang hari. Apabila malam hari seolah-olah semuanya sirna.

“Kami paham desa kami ini amat jauh dari pusat ibu kota kabupaten, dari pusat pemerintahan kecamatan saja sudah cukup jauh ke sini. Tapi, kami juga bagian dari rakyat Indonesia yang memerlukan fasilitas sebagaimana dirasakan masyarakat lainnya. Paling perlu adalah penerangan PLN,” kata Irsad

Selama ini, kata Irsyad, banyak pengunjung yang datang ke Pulau Tamang, baik kalangan masyarakat pecinta alam hingga ke pejabat pemerintah. Namun, aspirasi yang selalu mereka sampaikan itu sampai sekarang belum terealisasi.

“Selain penerangan PLN, kami juga sangat membutuhkan fasilitas air bersih, selama ini kami mengonsumsi air bawah tanah yang rasanya asin karena kami dikeliling laut,

“Yang cukup sakitnya lagi apabila ada warga sakit dan perlu penanganan intensif, kami hanya bisa menggunakan kapal kecil membawa warga berobat ke seberang, dan risikonya cukup berbahaya. Dan sampai sekarang belum ada bantuan ambulans terapung sama sekali belum ada. Begitu juga dengan prasarana lainnya yang sangat minim di sini,” keluhnya

“Soal PLN, kami paham akan sulit memasukkan jaringan listrik ke sini, setidaknya ada pembangunan pembangkit listrik tenaga air di sini. Kami dari pemerintahan desa sudah sering memohonkan ini kepada pemerintah,” tambahnya.

Irsad berharap Pemerintah bersama stakeholder dan pemangku kebijakan soal anggaran bisa mengalokasikan pembangunan ke Pulau Tamang agar masyarakat di sana lebih terangkat martabatnya. (MN-14)