MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memutuskan untuk memangkas secara drastis kuota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Dari jumlah semula 34 orang, kini hanya tersedia posisi untuk 10 orang anggota.
Kebijakan ini diambil menyusul adanya langkah efisiensi anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Kepala Kesbangpol Madina Dr. Kapsan Usman Nasution melalui Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama, Martua Efendi Matondang, S.Sos, mengonfirmasi kabar pengurangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan dana menjadi faktor utama di balik keputusan ini.
“Pengurangan kuota dari 34 orang menjadi 10 orang itu benar. Itu dilakukan karena kurangnya anggaran pada bidang ini,” ujar Martua saat dihubungi, Senin (13/4/2026).
Martua menegaskan bahwa kebijakan pemangkasan ini bukanlah instruksi serentak untuk seluruh wilayah di Sumatera Utara, melainkan murni kebijakan internal Pemerintah Kabupaten masing-masing berdasarkan ketersediaan anggaran daerah.
“Bukan serentak (se-Sumut). Setiap kabupaten/kota memiliki kebijakan yang berbeda-beda,” tambahnya.
Meskipun kuota yang tersedia sangat terbatas, antusiasme siswa-siswi tingkat SLTA di Mandailing Natal untuk menjadi anggota Paskibraka tetap tidak terbendung. Tercatat sebanyak 190 orang mendaftarkan diri dalam seleksi tahun ini.
Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 121 orang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Sementara 32 orang dinyatakan gugur berkas dan 37 orang lainnya tidak melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.
“Para peserta berasal dari 21 sekolah tingkat SLTA yang tersebar di wilayah Madina,” jelas Martua.
Ke-121 peserta yang telah lolos administrasi akan segera menghadapi rangkaian ujian berikutnya. Berdasarkan jadwal, ujian seleksi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) akan dilaksanakan di sekolah masing-masing pada Selasa (14/4/2026).
Setelah itu, para peserta akan kembali diuji melalui tes Intelegensi Umum (TIU) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/4/2026).
Mengingat kuota yang hanya tersisa 10 kursi untuk 5 putra dan 5 putri, persaingan tahun ini dipastikan akan berlangsung sangat ketat bagi para calon pengibar bendera merah putih di Bumi Gordang Sambilan tersebut. (FAN)











